Fenomena ini menjadi kejadian tahunan karena Bumi secara rutin melewati jalur material komet tersebut setiap tahunnya.
Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika BRIN, Prof Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa Perseid termasuk hujan meteor yang kuat dan menarik minat para penggemar astronomi.
Untuk menyaksikan keindahan hujan meteor Perseid, masyarakat tidak memerlukan peralatan khusus seperti teleskop atau teropong. BRIN justru menyarankan pengamatan menggunakan mata telanjang.
Penggunaan teleskop atau teropong dapat membatasi pandangan karena bidang pandangnya yang sempit.
Hal terpenting adalah menemukan lokasi pengamatan yang minim polusi cahaya, jauh dari keramaian lampu kota, agar meteor yang redup sekalipun dapat terlihat.
Disarankan pula untuk memberikan waktu adaptasi sekitar 20-30 menit agar mata terbiasa dengan kegelapan.
>>> AS Roma Resmi Rekrut Bek Timnas Argentina Nahuel Molina dari Atletico Madrid
Pastikan juga area pandang ke arah timur laut bebas dari halangan seperti gedung atau pepohonan.
