Badan Riset dan Inovasi Nasional menilai jumlah sensor pendeteksi dini tsunami di kawasan Krakatau belum memadai untuk pemantauan optimal.
Saat ini, hanya ada satu unit sistem IDSL/PUMA yang terpasang di Pulau Rakata untuk memantau kompleks Gunung Anak Krakatau.
Keterbatasan jumlah perangkat tersebut membuat sistem pemantauan rentan terganggu ketika terjadi peningkatan aktivitas vulkanik.
BRIN Usulkan Enam Unit Sensor
Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Semeidi Husrin, menyatakan kebutuhan ideal di sekitar pulau Krakatau adalah enam unit sensor.
Penempatan alat tersebut direncanakan pada tiga pulau berbeda guna mengantisipasi gangguan pengumpulan data.
Rinciannya meliputi dua unit di Pulau Sertung, dua unit di Pulau Panjang, dan dua unit di Pulau Rakata.
Selain penambahan perangkat, perawatan sistem secara berkala serta penambahan CCTV dan sensor cuaca juga dinilai sangat penting.