⌂ Beranda News Astronom Temukan Planet Raksasa 23 Kali Massa Bumi yang Membingungkan
News

Astronom Temukan Planet Raksasa 23 Kali Massa Bumi yang Membingungkan

Astronom Temukan Planet Raksasa 23 Kali Massa Bumi yang Membingungkan
Astronom Temukan Planet Raksasa 23 Kali Massa Bumi yang Membingungkan
A A Ukuran Teks16px

Para astronom berhasil mendeteksi sebuah planet ekstrasurya berukuran raksasa dengan karakteristik yang tidak biasa.

Planet yang diberi nama GJ 523b tersebut diperkirakan memiliki massa sekitar 23 kali lipat dari massa planet Bumi.

>>> Michael Carrick Ungkap Tantangan Khusus Jelang Laga MU Kontra Hull City

Meskipun memiliki massa yang sangat besar, objek luar angkasa ini tetap mempunyai tingkat kepadatan yang sangat tinggi.

Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa planet itu didominasi oleh material berbatu dan hanya menyisakan sedikit atmosfer.

Temuan ini langsung memicu teka-teki baru bagi kalangan ilmuwan yang meneliti pembentukan tata surya.

Berdasarkan teori konvensional, planet dengan massa sebesar itu seharusnya mampu menarik gas dalam jumlah besar.

Berdasarkan catatan pengamatan, GJ 523b mempunyai ukuran sekitar 2,5 kali lebih besar daripada Bumi.

Radius planet tersebut mencapai 2,55 kali radius Bumi dengan kepadatan sekitar 126,82 gram per inci kubik.

Objek ini diketahui mengorbit bintang induknya setiap 17,75 hari di dalam sistem planet yang tergolong masih muda.

Usia sistem tempat planet itu berada diperkirakan baru mencapai hampir 170 juta tahun.

>>> Viktor Gyokeres Tawarkan Diri ke Barcelona di Tengah Situasi Sulit di Arsenal

Tantangan bagi Teori Pembentukan Planet

Keberadaan GJ 523b menantang pemahaman ilmiah mengenai bagaimana sebuah planet berbatu dapat terbentuk di alam semesta.

Planet lazimnya mulai membangun inti dari batuan serta logam sebelum akhirnya menarik hidrogen dan helium di sekitarnya.

Dalam tata surya kita, planet raksasa mulai mengakumulasi gas ketika intinya mencapai sekitar 20 kali massa Bumi.

Walau telah melewati ambang batas tersebut, GJ 523b ternyata tidak berubah menjadi dunia yang kaya akan gas.

Max Kroft selaku penulis utama penelitian menyatakan bahwa kondisi planet ini sama sekali tidak sesuai dengan perkiraan.

Para peneliti menduga planet itu dulunya memiliki atmosfer tebal yang kemudian terlepas akibat faktor tertentu.

Kemungkinan lain yang diajukan adalah planet tersebut terbentuk dari hasil tabrakan antara dua planet di masa lalu.

>>> Hotspot Karhutla Kalimantan Turun Signifikan, Kewaspadaan Tetap Tinggi

Penemuan lebih banyak objek serupa dinilai penting agar astronom dapat memahami fenomena ini secara menyeluruh.

📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM