Matahari diyakini pernah bertindak sebagai kanibal kosmik pada masa awal pembentukannya.
Studi terbaru mengindikasikan bahwa bintang pusat Tata Surya ini kemungkinan menelan planet super-Bumi miliaran tahun lalu.
Jejak Kimia di Dalam Matahari
Mutlu Yildiz dari Ege University menyatakan peristiwa tersebut meninggalkan jejak kimia yang bertahan lama di dalam Matahari.
Penyerapan planet ini membantu menjelaskan perbedaan antara model evolusi bintang dan pengamatan bagian dalam Matahari.
Salah satu anomali yang dapat dijelaskan adalah rendahnya unsur litium di permukaan Matahari.
Model komputer menunjukkan bahwa planet yang ditelan kemungkinan memiliki massa antara lima hingga sepuluh kali lipat dari Bumi.
