Sebagian petani di Jepang kini terpaksa mengubah jam kerja mereka hingga tengah malam dan dini hari.
Langkah tersebut diambil untuk menghindari gelombang panas yang semakin intens serta melindungi kesehatan mereka.
>>> Hasil Piala Super Jerman 2026: Bayern Bungkam Dortmund Skor 2-1
Perubahan Pola Kerja Petani
Motoaki Iijima, seorang petani bunga di Prefektur Tochigi, mulai memilih bekerja pada malam hari.
Keputusan itu diambil setelah salah satu pekerjanya mengalami heatstroke saat memanen bunga matahari.
Saat suhu luar melampaui 35 derajat Celsius, suhu di dalam rumah kaca dapat menembus 40 derajat Celsius.
Kondisi lingkungan yang sangat panas membuat para pekerja harus berpacu dengan waktu.
>>> MU Catat Sejarah Buruk usai Kalah dari Hull City di Pekan Perdana
Dampak pada Sektor Pertanian
Sekitar 70% petani Jepang kini berusia 65 tahun atau lebih sehingga jauh lebih rentan.
Pada 2024, tercatat 59 pekerja pertanian meninggal dunia akibat paparan panas ekstrem di negara tersebut.
Tingginya kelembapan udara membuat tubuh manusia semakin sulit melepaskan panas melalui penguapan.
Peternak ayam Tetsuya Usuba juga mengatur lampu kandang menyala pada 02.30 waktu setempat.
>>> TikTok Didenda Rp 7 Triliun Akibat Isu Pelanggaran Privasi Anak
Langkah itu dilakukan agar 4.400 ayam peliharaannya bisa makan sebelum suhu siang menekan nafsu makan.