Bencana banjir bandang yang melanda sebagian wilayah Nepal diduga dipicu oleh peristiwa geofisika masif di Pegunungan Himalaya.
Goran Ekstrom dari Lamont-Doherty Earth Observatory Columbia University menjelaskan bahwa tanah longsor di celah pegunungan menyapu daratan serta es gletser.
>>> Debut Bilal Hasan di UFC Akhir Pekan Ini Tantang Rekor Sempurna Lawan
Peristiwa tersebut menghasilkan energi setara gempa bermagnitudo 5,2 yang tercatat pada seismograf di seluruh dunia.
Runtuhnya bebatuan dari gunung menghasilkan suhu panas yang mencairkan gletser dan menumpahkan banyak air ke dasar gunung.
Ekstrom memperkirakan air banjir tersebut mencapai ketinggian 40 hingga 49 meter dengan kecepatan gerak sekitar 70 kilometer per jam.
>>> Mengenal Sabah FK di Liga Champions, Klub Debutan Azerbaijan
Dampak Kerusakan dan Ancaman Susulan
Tanah longsor kedua terjadi sekitar tiga jam setelah kejadian pertama dan memicu kekhawatiran akan ketidakstabilan lereng.
Alur-alur sungai dikhawatirkan tersumbat lumpur serta puing-puing sehingga membentuk bendungan alami yang berpotensi jebol.
Perubahan iklim disebut mempercepat pencairan es dan gletser di berbagai belahan dunia termasuk wilayah pegunungan tersebut.
>>> Huawei Pura 90s Pro dan Pro Max Meluncur di Indonesia Bawa Fitur AI
Sedikitnya 358 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 1.300 orang hilang dari area terdampak akibat bencana alam ini.