Terjangan air, lumpur, dan puing sempat menyapu wilayah Dhunge Bazaar di Nepal pekan lalu hingga membuat hampir seluruh area rata dengan tanah.
Kendati demikian, satu bangunan rumah berwarna hijau milik keluarga Prakash Pyakurel tetap berdiri kokoh di tengah hantaman banjir.
Berbagai video yang beredar di media sosial memperlihatkan keluarga tersebut menatap dari balkon saat air bah menghantam bangunan itu.
Penghuni rumah tersebut diidentifikasi sebagai Prakash Pandey Pyakurel bersama istri, dua anak, serta kedua orang tuanya yang sudah lanjut usia.
Pasangan suami istri itu sedang berada di toko saat banjir menerjang desa tempat tinggal mereka.
Putra mereka yang berusia tujuh tahun sudah berangkat ke sekolah, sementara putrinya yang berumur 11 tahun baru bersiap untuk pergi.
Karena tidak mempunyai banyak waktu untuk menyelamatkan diri, pasangan tersebut berlari kembali ke arah rumah mereka.
Keluarga itu akhirnya terjebak selama hampir dua jam dan hanya bisa menyaksikan luapan air menghantam bangunan dari berbagai sisi.
Istri Prakash mengaku sangat ketakutan dan sempat pasrah karena mengira bencana tersebut merupakan akhir dari segalanya.
Mereka merasa seperti mendapatkan kehidupan kedua setelah berhasil selamat tanpa mengalami luka-luka.
Kakek keluarga tersebut sempat mengkhawatirkan cucunya yang baru diantar ke sekolah, namun anak itu ternyata berada di tempat aman.
Setelah air surut, para tetangga membantu keluarga itu turun menggunakan pipa logam yang dijadikan sebagai tangga darurat.
Prakash meyakini bangunan tersebut bisa selamat karena pilar-pilarnya tertancap sangat dalam hingga mencapai lapisan batuan.
Kini rumah hijau tersebut ditandai di Google Maps sebagai salah satu landmark yang tahan terhadap banjir.
Meski seluruh dokumen penting hancur, keluarga tersebut tetap bersyukur karena seluruh anggota keluarga berhasil selamat.