Line Indonesia membagikan hasil survei LY Corporation terkait kesadaran kesiapsiagaan bencana di Jepang, Taiwan, dan Thailand.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa lebih dari 70% responden di tiga negara itu menilai kesiapsiagaan mereka belum memadai.
Indonesia sendiri tidak termasuk dalam negara yang disurvei oleh LY Corporation pada awal Agustus 2026.
Temuan ini tetap relevan bagi Indonesia yang juga menghadapi berbagai macam risiko bencana alam setiap tahun.
Tingkat Kesiapan dan Kekhawatiran Warga
Survei tersebut dilakukan pada 4-6 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.260 pengguna internet berusia 18-69 tahun.
Jenis bencana yang paling dikhawatirkan berbeda di setiap negara berdasarkan kondisi geografis masing-masing.
Gempa bumi menjadi kekhawatiran terbesar di Jepang sebesar 88,8% dan Taiwan mencapai 85,2%.
Di Thailand, banjir menduduki posisi pertama dengan 76,7% disusul gempa bumi sebesar 70,2%.
Sebanyak 45,5% responden Jepang merasa perlu melakukan persiapan namun belum mengambil tindakan nyata.
Persentase serupa tercatat sebesar 41,9% di Taiwan dan 30,5% di Thailand.
Responden yang sudah menyiapkan diri tetapi merasa belum cukup mencapai 42,6% di Jepang.
Angka tersebut berada di kisaran 39% di Taiwan dan 44,5% di Thailand.
Hanya sebagian kecil responden yang mengaku sudah sepenuhnya siap menghadapi bencana.
Peran Berita dan Ancaman Hoaks
Pemberitaan mengenai bencana menjadi pendorong utama masyarakat untuk mulai melakukan persiapan.
Faktor ini dipilih oleh 53,5% responden Jepang, 63% di Taiwan, dan 68,9% di Thailand.
Besarnya arus informasi ternyata juga diikuti oleh tingginya risiko penyebaran hoaks.
Sebanyak 42,6% responden Jepang pernah menemukan informasi palsu terkait bencana.
Paparan informasi keliru bahkan lebih tinggi di Taiwan sebesar 55% dan Thailand mencapai 66,7%.
Sebagian besar hoaks yang ditemukan berkaitan dengan dampak atau kerusakan akibat bencana.
Pelajaran Penting bagi Indonesia
Temuan survei ini menyoroti pentingnya mengubah kesadaran masyarakat menjadi tindakan nyata.
Masyarakat Indonesia dapat memulai langkah dasar dengan mengenali risiko bencana di tempat tinggal.
Persiapan lain meliputi penyediaan kebutuhan darurat serta cara menghubungi keluarga saat komunikasi terganggu.
Informasi bencana sebaiknya diperoleh dari lembaga resmi dan kanal pemerintah terkait.
Pesan berantai atau video yang belum jelas sumbernya perlu diperiksa kebenarannya sebelum dibagikan.
