Pemandangan tak biasa terlihat di kawasan Gurun Atacama yang berada di wilayah Chile.
Tempat yang dikenal sebagai salah satu titik terkering di Bumi itu mendadak ditumbuhi hamparan bunga warna-warni.
Pemicu Fenomena Desierto Florido
Perubahan lanskap ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang berkaitan dengan aktivitas Super El Nino.
Wilayah utara Chile mencatat curah hujan hingga sekitar 190 milimeter yang mengguyur kawasan kering tersebut.
Luas hamparan bunga tahun ini bahkan mencapai sekitar 17.000 kilometer persegi di gurun tersebut.
Strategi Bertahan Hidup Flora Gurun
Di bawah permukaan tanah, benih dan umbi tanaman selama ini mampu bertahan dalam kondisi dorman selama bertahun-tahun.
Ketika air hujan meresap, benih-benih tersebut langsung berkecambah dan menyelesaikan siklus hidupnya dengan cepat.
Fenomena alam yang dikenal sebagai desierto florido ini melibatkan lebih dari 200 spesies tanaman.
Beberapa di antaranya termasuk pata de guanaco, añañuca, suspiro de campo, hingga garra de león.
Ketika musim kering kembali tiba, bunga-bunga tersebut akan layu dan meninggalkan benih di dalam tanah.