⌂ Beranda › News › Diagnostic Orchestrator Microsoft Siap Diuji Coba di Rumah Sakit
News

Diagnostic Orchestrator Microsoft Siap Diuji Coba di Rumah Sakit

Ilustrasi teknologi kecerdasan buatan di bidang kesehatan
Diagnostic Orchestrator Microsoft Siap Diuji Coba di Rumah Sakit Pexels
A A Ukuran Teks16px

Microsoft melontarkan klaim besar terkait penggunaan teknologi kecerdasan buatan dalam bidang kesehatan medis.

Sistem AI terbaru garapan perusahaan tersebut dilaporkan mampu mendiagnosis berbagai penyakit hingga empat kali lebih akurat dibandingkan manusia.

Didukung Model GPT-5

Inovasi ini dinamai Diagnostic Orchestrator dan ditenagai oleh model AI canggih milik OpenAI yaitu GPT-5.

Arsitektur multi-agen yang diusung bekerja meniru pola diskusi panel dari tim dokter spesialis.

Sistem menyisir riwayat medis, menentukan jenis pemeriksaan laboratorium, hingga menarik diagnosis secara presisi.

Hasil Pengujian Kasus Medis

Pengujian dilakukan menggunakan tolok ukur SDBench yang dikembangkan dari ratusan laporan kasus klinis nyata.

Tingkat akurasi sistem ini mencapai 83 persen pada kasus The New England Journal of Medicine.

Angka tersebut melampaui kemampuan dokter umum yang mencatatkan akurasi 36 persen dengan rujukan.

Pada data pasien unit gawat darurat, sistem ini meraih akurasi 80 persen di atas rata-rata dokter manusia.

Segera Diuji di Rumah Sakit

CEO Microsoft AI Mustafa Suleyman menyebut pencapaian ini sebagai tonggak sejarah integrasi teknologi di dunia medis.

Pihak perusahaan menegaskan bahwa AI diproyeksikan untuk membantu tugas analisis rumit, bukan menggantikan posisi tenaga medis.

Rencananya, sistem ini akan segera diuji coba secara langsung di lingkungan klinis rumah sakit dalam waktu dekat.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru