Pemerintah China memberikan tanggapan yang terkesan dingin terkait permintaan maaf yang disampaikan oleh Kylian Mbappe.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, memberikan jawaban singkat ketika ditanya mengenai langkah lanjutan dari permintaan maaf tersebut.
Ia menyatakan bahwa pihak berwenang menganggap serius permintaan maaf dari pihak yang bersangkutan.
Permintaan maaf ini muncul setelah aksi ledekan Mbappe terhadap Mao Zedong memicu gelombang boikot luas di Tiongkok.
Situasi ini turut berdampak pada Real Madrid dan LaLiga yang ikut menyampaikan permintaan maaf menyusul ancaman penghentian siaran pertandingan.
Chinese Media Group (CMG) telah menerima permintaan maaf resmi tersebut dan menyiarkannya kepada publik.
Meski demikian, belum ada keputusan resmi apakah ancaman boikot siaran pertandingan di negara tersebut akan segera diakhiri.