Pengguna internet belakangan ini sering mengeluhkan konten maupun postingan mereka yang mengalami penurunan jangkauan ketika menyuarakan isu-isu aktual.
Menanggapi keluhan tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital menyarankan agar masyarakat memanfaatkan mekanisme pengaduan yang tersedia.
Direktur Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Komdigi, Marroli J. Indarto, menyampaikan hal itu dalam acara Ngopi Komdigi di Jakarta.
Menurut Marroli, pengguna dapat menyampaikan keberatan jika merasa konten kritik atau pendapat mereka tidak menjangkau audiens secara optimal.
Sistem Algoritma dan Moderasi
Marroli menjelaskan bahwa sistem rekomendasi dan moderasi konten dikelola secara penuh oleh masing-masing platform digital terkait.
Oleh karena itu, pengguna yang merasa dirugikan dapat meminta penjelasan resmi atau mengajukan keberatan melalui saluran yang disediakan.
Algoritma platform sendiri berperan besar dalam menentukan konten yang direkomendasikan berdasarkan aktivitas, minat, dan interaksi pengguna.
Sistem probabilitas tersebut membuat apa yang muncul di media sosial tidak selalu menjadi gambaran utuh dari realitas sosial yang sebenarnya.
Komdigi juga mendorong platform digital agar lebih transparan dalam penggunaan kecerdasan buatan serta proses moderasi yang dijalankan.
Di sisi lain, fokus utama Komdigi tetap berpusat pada penanganan pelanggaran hukum serta risiko yang berpotensi memicu disinformasi di masyarakat.