⌂ Beranda › News › Kualitas udara global kian memburuk akibat lonjakan polusi ozon
News

Kualitas udara global kian memburuk akibat lonjakan polusi ozon

Ilustrasi polusi udara dan ozon troposfer
Dampak Karhutla Ancam Kesehatan Warga Lewat Polusi Udara Berbahaya Pexels
A A Ukuran Teks16px

Laporan terbaru dari Copernicus Atmospheric Monitoring Service mengungkapkan bahwa polusi ozon memengaruhi hampir 40% dari populasi global.

Paparan tingkat ozon troposfer tersebut dinilai berbahaya berdasarkan standar Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

Wilayah Asia Catat Paparan Tertinggi

Wilayah Asia tercatat sebagai kawasan yang paling terdampak oleh masalah lingkungan ini sepanjang delapan bulan pertama tahun 2026.

Sebanyak 90% penduduk di benua tersebut terpapar konsentrasi ozon yang tinggi dalam aktivitas sehari-hari.

Amerika Utara dan Eropa juga menghadapi kondisi serupa yang masing-masing memengaruhi dua pertiga dan setengah dari populasi mereka.

Sebaliknya, Oseania melaporkan seluruh penduduknya menikmati tingkat ozon yang dapat diterima oleh tubuh manusia.

Faktor utama pembentukan ozon troposfer dipicu oleh gelombang panas serta emisi polutan dari sektor transportasi dan industri.

Kondisi kimia tersebut semakin diperparah oleh keberadaan sinar matahari yang membuat udara terasa jauh lebih berbahaya.

Para ahli menegaskan perlunya kebijakan kuat untuk mengurangi emisi gas rumah kaca guna memperbaiki kualitas udara global.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru