Kebutuhan modal tersebut berfokus pada proyek pusat data luar angkasa serta misi eksplorasi menuju Bulan dan Mars.
Meskipun pendapatan tahun 2025 melonjak 33 persen menjadi 18,67 miliar dollar AS, SpaceX masih mencatatkan rugi bersih mencapai 4,94 miliar dollar AS.
Kondisi ini membuat rasio harga terhadap penjualan (price-to-sales ratio) SpaceX mendekati 95 kali, jauh lebih tinggi dibandingkan emiten teknologi besar lain.
Elon Musk dipastikan tetap memegang kendali penuh atas arah masa depan perusahaan pasca-IPO.
Melalui struktur saham dengan hak suara khusus, Musk diperkirakan menguasai 82,4 persen hak suara, yang berpotensi menjadikannya triliuner pertama di dunia.
Sekitar seperempat dari total saham IPO berpotensi dialokasikan untuk investor ritel, tergolong lebih besar daripada porsi retail pada mayoritas aksi IPO bernilai jumbo lainnya.
>>> Banjir Informasi Picu Masyarakat Jauhi Berita Demi Kesehatan Mental
Investor dari Indonesia dapat mengakses kepemilikan saham setelah pencatatan resmi di bursa Nasdaq melalui perusahaan sekuritas lokal yang menyediakan fasilitas perdagangan saham internasional.
