FIFA telah mengeluarkan kebijakan baru yang akan diterapkan di seluruh stadion pada Piala Dunia 2026. Aturan ini memicu kontroversi di kalangan pendukung sepak bola.
Piala Dunia 2026 akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Pertandingan pembuka dijadwalkan mempertemukan Meksiko melawan Afrika Selatan di Stadion Banorte pada 12 Juni 2026.
Salah satu larangan utama adalah penggunaan terompet vuvuzela.
Alat tiup yang menghasilkan suara dengungan konstan ini sangat identik dengan suporter Afrika dan menjadi ikonik sejak Piala Dunia 2010.
Selain vuvuzela, FIFA juga melarang alat lain yang menghasilkan suara bising berlebih seperti peluit dan klakson udara di area tribune penonton.
Pembatasan suara ini diberlakukan untuk memastikan kelancaran komunikasi antara perangkat pertandingan, terutama pemain dan wasit. Tingkat kebisingan yang tinggi juga dianggap dapat mengganggu jalannya siaran langsung.
Suara vuvuzela diketahui dapat mencapai 120 desibel, setara dengan kebisingan mesin gergaji dan hampir menyentuh ambang batas rasa sakit pendengaran manusia.
Aturan Wadah Air Minum
Pembatasan tidak hanya pada alat suara, tetapi juga pada wadah air minum.
FIFA memperbarui Kode Etik Stadion dengan melarang suporter membawa botol air minum plastik yang dapat digunakan kembali.
Sebelumnya, penonton masih diizinkan membawa botol transparan kosong dengan kapasitas maksimal satu liter. Kini, penonton diarahkan untuk membeli minuman di dalam stadion atau menggunakan titik hidrasi yang disediakan.
Langkah ini diambil demi menjaga keamanan seluruh pihak di dalam stadion. Beberapa arena pertandingan besar memang sudah menerapkan larangan serupa untuk meminimalkan risiko cedera.
Juru bicara FIFA menyatakan komitmen federasi untuk melindungi kesehatan dan keselamatan semua pihak yang terlibat. Larangan botol bertujuan mencegah risiko dan cedera pada pemain serta penonton.
