Untuk menjaga operasional dan kualitas layanan, sejumlah perusahaan galangan terpaksa menyesuaikan tarif jasa reparasi kapal.
"Kenaikan tarif diperkirakan mencapai sekitar 20 persen untuk mengimbangi lonjakan biaya produksi," jelas Anita.
Untuk proyek pembangunan kapal baru yang berjalan, pelaku industri kini menegosiasikan kemungkinan eskalasi biaya dengan pemilik kapal.
"Kami berharap pemerintah memberikan perhatian dan dukungan agar industri galangan kapal nasional tetap bertahan dan mendukung pertumbuhan industri maritim Indonesia," tegas dia.
Di sisi lain, rupiah pada perdagangan hari ini bergerak di kisaran Rp 18.035 hingga Rp 18.187 per dollar AS.
Ini pertama kalinya rupiah bertahan di atas level psikologis Rp 18.000 per dollar AS sejak awal Juni 2026.
Pelemahan nilai tukar dipengaruhi oleh tingginya suku bunga di AS, perlambatan ekonomi dunia, serta ketegangan geopolitik global yang memicu perpindahan modal ke aset aman.
>>> IHSG Anjlok 4,52 Persen akibat Aksi Jual Investor Asing
Kondisi ini memicu biaya impor lebih mahal bagi sektor manufaktur, energi, transportasi, serta berpotensi meningkatkan tekanan inflasi nasional.