Calon pembeli kendaraan listrik kerap memperhatikan informasi jarak tempuh yang tertera pada brosur. Angka ini menjadi indikator utama kekuatan daya tampung baterai untuk sekali pengisian penuh.
Salah satu standar pengujian yang lama diaplikasikan oleh produsen otomotif yaitu New European Driving Cycle (NEDC).
>>> Kisah Imas Raih Beasiswa LPDP Berbekal Semangat dan Pengalaman Organisasi
Dilansir dari Otomotif, pengujian laboratorium ini dirancang guna mengukur konsumsi energi serta emisi kendaraan.
Metode pengetesan tersebut menggunakan alat dinamometer untuk mensimulasikan beban jalan. Kendaraan contoh yang diuji disyaratkan bermesin optimal dengan jarak tempuh operasional awal di bawah 2.900 kilometer.
Prosedur pengujian simulasi berjalan sepanjang 10,9 kilometer dengan kecepatan rata-rata 34 km/jam. Selama tes, parameter hambatan udara dimanipulasi melalui kalkulasi matematis pada beban mesin dinamometer.
Metode pengetesan jarak tempuh ini terbagi ke dalam dua tahapan simulasi utama.
Tahap pertama dinamakan siklus perkotaan yang meniru kondisi jalanan padat sejauh 4 kilometer dengan kecepatan rata-rata 14,4 km/jam.
Kendaraan dijalankan secara berulang dalam kondisi berhenti, berakselerasi sampai 50 km/jam, lalu melambat kembali. Siklus ini bertujuan mereplikasi pola mengemudi macet yang biasa terjadi di area urban.
Tahap kedua merupakan simulasi luar kota dengan rute pengujian sepanjang 6,9 kilometer.
Mobil dipacu mencapai kecepatan puncak 120,7 km/jam dalam durasi total 6 menit 40 detik.
>>> Pembeli Honda CR-V Bekas Generasi Kelima Wajib Periksa Komponen Utama
Separuh waktu pengetesan luar kota dikondisikan pada kecepatan konstan. Sisa durasi pengetesan dibagi untuk kebutuhan akselerasi, deselerasi, serta posisi mesin diam.
Seluruh rangkaian pengujian ini berlangsung sepenuhnya di dalam ruangan laboratorium terisolasi. Seluruh fitur elektronik sekunder seperti lampu, radio, hiburan, dan pendingin udara wajib dimatikan.
