⌂ Beranda News BI Naikkan Suku Bunga Acuan untuk Perkuat Rupiah, Bunga Kredit Diprediksi Ikut Naik

BI Naikkan Suku Bunga Acuan untuk Perkuat Rupiah, Bunga Kredit Diprediksi Ikut Naik

BI Naikkan Suku Bunga Acuan untuk Perkuat Rupiah, Bunga Kredit Diprediksi Ikut Naik
Ilustrasi kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Tekanan ekonomi akibat kebijakan ini berpotensi besar membebani kelompok masyarakat kelas menengah. Konsumen dipaksa mengkaji ulang rencana pengajuan kredit berdurasi panjang.

"Bagi kelas menengah mereka akan menghitung ulang apakah membeli barang mahal dengan cicilan tenor panjang atau justru lebih pendek.

Kalau bunga naik, beban totalnya akan lebih berat," jelas Tauhid Ahmad.

Kelompok kelas menengah diprediksi akan menahan diri untuk konsumsi barang dengan skema kredit tarif tinggi. Sementara itu, kelas bawah memiliki kondisi berbeda karena adanya skema perlindungan pemerintah.

"Mereka akan wait and see untuk konsumsi barang-barang dengan pinjaman cukup tinggi, termasuk KPR, motor, alat elektronik.

Kelas bawah juga tertekan, tapi ada bantalan subsidi dan mereka tidak banyak dapat pinjaman karena tidak eligible," terang Tauhid Ahmad.

Kondisi keuangan kelas menengah dan bawah dipastikan semakin terbebani oleh kenaikan bunga cicilan. Lembaga perbankan diharapkan mampu mengukur kemampuan finansial nasabah dalam menyerap kebijakan baru.

>>> Rekonstruksi Ungkap Ketua Yayasan Daycare Little Aresha Perintahkan Ikat Anak

"Kalau sasaran konsumennya menengah ke bawah, biasanya agak susah menyerap kenaikan suku bunga KPR. Ada perbedaan antarbank penyedia KPR dalam merespons kenaikan suku bunga acuan," tutur Mohammad Faisal.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM