Kerusuhan anti-imigran pecah di Belfast, Irlandia Utara, setelah insiden penikaman brutal yang dilakukan oleh seorang pria asal Sudan pada Senin (8/6/2026) malam.
Video penyerangan di bagian kepala dan leher korban beredar di media sosial, memicu gelombang protes.
Seorang tokoh sayap kanan setempat menyebut peristiwa tersebut sebagai upaya pemenggalan kepala.
Ratusan demonstran bermasker berkumpul di beberapa titik kota Belfast pada Selasa (9/6/2026) malam.
Mereka membakar bus, mobil, dan melemparkan bom molotov ke sebuah bangunan.
Reaksi Pemerintah dan Polisi
Menteri Pertama Irlandia Utara, Michelle O'Neill, mengutuk keras tindakan anarkis para demonstran.
Ia menyebut aksi pembakaran rumah keluarga sebagai tindakan pengecut yang menjijikkan.
O'Neill mendesak agar situasi kembali tenang setelah evakuasi warga dilakukan dari bangunan yang terbakar.
Pihak kepolisian bergerak cepat untuk mengamankan wilayah yang terblokir.
Kepala Kepolisian Irlandia Utara, Jon Boutcher, menjelaskan bahwa pelaku memiliki riwayat perjalanan legal sebelum tiba di wilayah tersebut.
Ia menambahkan bahwa tersangka tidak dikenal sebelumnya oleh kepolisian.
Pelaku masuk ke Inggris pada tahun 2023 melalui rute Paris dan Dublin.
Tersangka pria berusia 30 tahun itu telah didakwa dengan percobaan pembunuhan dan kepemilikan senjata tajam.
Kementerian Dalam Negeri mengonfirmasi bahwa tersangka merupakan pengungsi Sudan dengan izin tinggal sah hingga 2028.
Korban pria berusia 40-an tahun masih menjalani perawatan medis akibat luka parah di mata, wajah, dan punggung.
Tersangka dijadwalkan hadir di pengadilan pada Rabu (10/6/2026).