Jenis armada yang digunakan adalah Cessna Caravan 208 EX Amfibi, yang dikenal memiliki ketangguhan, tingkat keamanan, serta kenyamanan tinggi.
"Menjadikan Bandara Banyuwangi sebagai basis operasional pertama memungkinkan kami melampaui model penerbangan konvensional dan menciptakan gerbang menuju berbagai destinasi unggulan Indonesia yang sekaligus terpencil dan memiliki nilai ekologis tinggi," jelasnya.
Wirmandi melanjutkan, tujuan utama investasi ini adalah membangun konektivitas tinggi untuk menyokong pariwisata berkelanjutan melalui kolaborasi dengan beragam pihak.
Mekanisme pemesanan bagi calon konsumen akan disesuaikan menurut rute tujuan.
Pengelola menyediakan sistem pemesanan per kursi (By the Seat) untuk sejumlah rute, sementara rute lainnya menggunakan sistem sewa atau carter.
Rencana pembukaan operasional ini disambut positif oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani. Ia optimistis layanan udara premium tersebut dapat mendongkrak kelas pariwisata daerah.
>>> Said Iqbal Pertanyakan Implementasi Perpres Potongan Aplikasi Ojek Online
"Kehadiran layanan pariwisata udara premium ini kami harapkan akan semakin memperluas jangkauan wisata Banyuwangi dan menunjukkan kesiapan Banyuwangi sebagai destinasi wisata global," ujar Ipuk.
