Pasca-IPO, Elon Musk menguasai hak suara mayoritas sebesar 82 persen. Hak tersebut berasal dari kombinasi kepemilikan saham kelas A dan kelas B.
Struktur pembagian saham dengan hak suara lebih besar ini menjamin kendali mutlak berada di tangannya. Momentum go public juga memberikan keuntungan investasi bagi pemegang saham awal.
Sejumlah nama seperti Luke Nosek, Antonio Gracias, dan COO SpaceX Gwynne Shotwell turut menikmati kenaikan valuasi.
Layanan Starlink Jadi Penopang Finansial
Sejak didirikan pada 2002, SpaceX mengusung visi jangka panjang membangun teknologi untuk kehidupan manusia di luar Bumi. Namun, pilar pendapatan utama saat ini justru datang dari sektor berbeda.
Layanan internet berbasis satelit, Starlink, menjadi mesin pencetak uang utama dengan jutaan pelanggan di 164 wilayah global.
SpaceX juga terus menggarap proyek kendaraan Starship untuk misi ke Bulan dan Mars.
>>> Bank Dunia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Global 2026 Melambat Jadi 2,5 Persen
Ekspansi bisnis perusahaan mulai merambah ke sektor kecerdasan buatan. Langkah ini direalisasikan melalui merger dengan xAI, entitas pengembang chatbot Grok yang juga dimiliki Elon Musk.
