⌂ Beranda News Bank Dunia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Global 2026 Melambat Jadi 2,5 Persen

Bank Dunia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Global 2026 Melambat Jadi 2,5 Persen

Bank Dunia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Global 2026 Melambat Jadi 2,5 Persen
Grafik pertumbuhan ekonomi global 2026 prediksi Bank Dunia
A A Ukuran Teks16px

Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global melambat menjadi 2,5 persen pada 2026. Angka ini lebih rendah dibandingkan capaian 2025 yang sebesar 2,9 persen.

Perlambatan ini dipicu oleh peningkatan konflik di Timur Tengah yang mendorong lonjakan harga energi. Tekanan inflasi dan kebijakan moneter yang lebih ketat di tingkat global turut memperparah situasi.

>>> Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi dan LPG Tidak Naik

Laju pertumbuhan ekonomi pada 2026 diperkirakan menjadi yang terendah sejak pandemi Covid-19.

Negara-negara yang bergantung pada impor energi serta wilayah yang terdampak langsung konflik menjadi pihak paling merasakan dampaknya.

Proyeksi untuk Negara Berkembang

Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kelompok negara berkembang dan pasar berkembang (EMDEs) melambat ke 3,6 persen pada tahun ini.

Penurunan laju ekonomi diperkirakan terjadi di seluruh kawasan EMDE.

Pendapatan per kapita di negara berkembang juga diproyeksikan turun ke level terlemah sejak pandemi. Kondisi ini memperpanjang ketertinggalan ekonomi wilayah berkembang dari negara maju.

Tingkat pendapatan per kapita EMDE di luar China dan India diperkirakan belum akan kembali ke tingkat sebelum pandemi hingga setelah 2028.

Hal ini menandakan hilangnya proses konvergensi pendapatan selama hampir satu dekade.

Risiko Pelemahan dan Potensi AI

Berbagai risiko pelemahan masih membayangi prospek ekonomi global. Eskalasi konflik atau gangguan berkepanjangan pada arus komoditas berisiko memicu kenaikan harga barang dan menekan pertumbuhan.

Bank Dunia menyebutkan jika gangguan pasokan energi lebih parah disertai tekanan keuangan signifikan, pertumbuhan global berpotensi merosot hingga 1,3 persen pada 2026.

Risiko lain mencakup ketidakpastian kebijakan perdagangan, ketegangan geopolitik, dan guncangan cuaca.

Namun, perkembangan teknologi memberikan sedikit angin segar. Perluasan investasi dan adopsi kecerdasan buatan (AI) berpotensi memberikan dorongan positif terhadap aktivitas ekonomi global.

Langkah kebijakan yang terkoordinasi sangat penting dalam menghadapi tantangan ekonomi saat ini. Kerja sama internasional dibutuhkan untuk menjaga ketahanan pangan, memperkuat sistem perdagangan, dan mendorong transisi energi.

Pembuat kebijakan domestik dituntut menyeimbangkan pengendalian inflasi dengan dukungan aktivitas ekonomi. Mereka juga harus memperkuat keberlanjutan fiskal dan menjaga stabilitas sektor keuangan.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru