⌂ Beranda News Putri Kerajaan Thailand Bajrakitiyabha Meninggal Dunia Usai Koma 3,5 Tahun
News

Putri Kerajaan Thailand Bajrakitiyabha Meninggal Dunia Usai Koma 3,5 Tahun

Potret Putri Bajrakitiyabha dari Thailand
Potret Putri Bajrakitiyabha dari Thailand
A A Ukuran Teks16px

Putri sulung Raja Thailand Maha Vajiralongkorn, Putri Bajrakitiyabha, meninggal dunia pada usia 47 tahun.

Ia mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Memorial King Chulalongkorn pada Kamis (11/6) malam waktu setempat.

Sang putri yang akrab disapa Putri Bha ini telah mengalami koma selama 3,5 tahun. Ia tidak sadarkan diri sejak Desember 2022.

Penyebab koma diduga akibat detak jantung tidak teratur karena infeksi mikoplasma saat berolahraga bersama anjingnya. Demikian laporan dari BBC dan New York Times yang dikutip Detikcom.

Dampak pada Garis Suksesi

Kepergian Putri Bha meninggalkan ketidakpastian besar dalam garis suksesi monarki Thailand. Raja Vajiralongkorn yang kini berusia 73 tahun belum menunjuk ahli waris resmi.

Meskipun adat kerajaan mengutamakan laki-laki, amandemen konstitusi tahun 1974 membuka peluang bagi perempuan untuk bertakhta jika tidak ada penerus lain.

Raja Vajiralongkorn memiliki lima anak laki-laki, namun empat di antaranya tidak diakui sejak tahun 1996 dan kini menetap di Amerika Serikat.

Putra kelima, Pangeran Dipangkorn yang berusia 21 tahun, menjadi ahli waris sah yang tersisa. Kapasitasnya untuk memimpin masih dipertanyakan oleh sejumlah pihak.

Putri Bha sebelumnya dipandang sebagai figur paling potensial untuk memimpin.

Ia bisa menjadi ratu pertama Thailand karena silsilah ibunya yang merupakan sepupu raja, atau menjadi wali raja bagi Pangeran Dipangkorn.

Mantan diplomat PBB dan untuk Austria ini dinilai oleh kelompok loyalis mampu mengembalikan kehormatan moral kerajaan di mata generasi muda.

Ketidakpastian ini memicu perhatian dari para akademisi yang mengamati dinamika internal pemerintahan monarki.

"Dia adalah harapan yang dapat membawa keluarga kerajaan ke masa depan," kata Kasidit Ananthanathorn, dosen Universitas Ramkhamhaeng Thailand yang mempelajari monarki.

Proses penentuan takhta di Thailand masih menjadi hak prerogatif penuh dari Raja Vajiralongkorn.

📰 Update Terbaru