⌂ Beranda News Wamensos Targetkan Sekolah Rakyat Permanen Lampung Timur Beroperasi Juli

Wamensos Targetkan Sekolah Rakyat Permanen Lampung Timur Beroperasi Juli

Wamensos Targetkan Sekolah Rakyat Permanen Lampung Timur Beroperasi Juli
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono meninjau pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Lampung Timur
A A Ukuran Teks16px

Wakil Menteri Sosial RI Agus Jabo Priyono meninjau pembangunan Sekolah Rakyat (SR) permanen di Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur pada Kamis (11/6/2026).

Kunjungan ini untuk memastikan fasilitas pendidikan tersebut siap beroperasi pada Juli 2026.

>>> BAKTI Komdigi Beberkan Biaya Tinggi dan Keterbatasan Bandwidth di Wilayah 3T

Pembangunan sekolah ini ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu guna memutus rantai kemiskinan.

Dalam kunjungan tersebut, Agus Jabo didampingi oleh Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah dan jajaran Dinas Sosial Provinsi Lampung.

Pemerintah mempercepat pengerjaan fisik bangunan agar siap digunakan pada tahun ajaran baru.

Pada fase awal, sekolah permanen ini dirancang untuk menampung sekitar 270 siswa yang terbagi dalam jenjang SD, SMP, dan SMA.

Fokus pada Pendidikan dan Lingkungan Aman

"Sekolah Rakyat ini dibangun untuk memutus kemiskinan antar generasi. Anak-anak harus mendapatkan prioritas agar tidak kembali terbebani pekerjaan di rumah.

Pendidikan harus menjadi jalan untuk mengubah masa depan," kata Agus Jabo Priyono.

Agus Jabo juga mengingatkan lingkungan sekolah harus bebas dari praktik perundungan, intoleransi, serta kekerasan.

Pihak kementerian kini tengah merancang skema tambahan bersama Presiden untuk calon siswa yang belum terakomodasi kuota.

>>> Mendikdasmen Genjot Revitalisasi 71.744 Sekolah pada Tahun 2026

"Targetnya pertengahan Juli sudah bisa menerima siswa baru untuk tahun ajaran baru," ujar Agus Jabo Priyono.

Kemensos mencatat masih ada siswa dari sekolah rintisan yang akan tetap diakomodasi dalam sistem baru ini.

Proses penerimaan siswa tetap berjalan sembari menunggu instruksi lanjutan mengenai perluasan daya tampung.

"Kita sedang menyiapkan skema agar anak-anak yang sudah diasesmen tetapi belum tertampung tetap bisa mendapatkan layanan pendidikan.

Namun semuanya menunggu arahan lebih lanjut dari Presiden," ungkap Agus Jabo Priyono.

Program ini memberikan dampak langsung bagi warga lokal yang sebelumnya putus sekolah.

Hambatan biaya menjadi faktor utama anak-anak di kawasan pertanian tersebut sempat tertunda mendapatkan hak pendidikan mereka.

>>> Korea Selatan Kalahkan Ceko 2-1 di Laga Perdana Piala Dunia 2026

"Saya sempat telat sekolah karena tidak punya biaya. Saya senang bisa sekolah di sini," kata Devi, siswa SRT 34 Lampung Timur.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru