⌂ Beranda News Polisi Frustrasi Usut Pencurian Taksi Robot Waymo di San Francisco
News

Polisi Frustrasi Usut Pencurian Taksi Robot Waymo di San Francisco

Taksi otonom Waymo di jalan San Francisco
Taksi otonom Waymo di jalan San Francisco
A A Ukuran Teks16px

Sebuah aksi pencurian kecil di San Francisco berubah menjadi kasus rumit karena pelaku melarikan diri menggunakan taksi robot Waymo.

Insiden terjadi di Marina District pada Januari 2026 lalu.

Pelaku membobol studio Hot 8 Yoga dan mengambil beberapa potong pakaian olahraga pria dalam waktu kurang dari tiga menit.

Namun, penggunaan kendaraan otonom sebagai sarana kabur menjadi sorotan utama.

Hampir enam bulan berlalu, kepolisian setempat belum berhasil mengidentifikasi atau menangkap tersangka. Teknologi yang seharusnya membantu pelacakan justru menjadi penghambat.

Kebijakan Privasi Waymo Hambat Identifikasi Pelaku

Detektif awalnya optimistis karena armada Waymo dilengkapi 29 kamera resolusi tinggi yang merekam 360 derajat. Setiap pemesanan juga meninggalkan jejak digital melalui akun aplikasi dan data pembayaran.

Namun, harapan itu pupus karena kebijakan perlindungan data Waymo.

Surat perintah penyitaan baru diajukan pada April, sehingga rekaman internal kabin sudah dihapus karena melebihi batas retensi data.

Waymo hanya menyerahkan rekaman kamera luar, tetapi wajah orang di sekitar kendaraan disensor demi privasi pejalan kaki. Perusahaan juga tidak menerapkan teknologi pengenalan wajah.

Pelaku diduga menggunakan akun palsu dengan ponsel sekali pakai atau data kartu kredit curian. Hal ini semakin mempersulit upaya pelacakan.

Kasus ini memicu perdebatan tentang penggunaan kendaraan otonom di ruang publik. Polisi AS memang semakin sering mengandalkan kendaraan pintar sebagai sumber barang bukti.

Namun, insiden Waymo menunjukkan bahwa sensor canggih tidak selalu menguntungkan penyelidikan. Rekaman yang disaring ketat, dianonimkan, dan terbatas masa simpannya justru melumpuhkan fungsi pelacakan kriminal.

📰 Update Terbaru