"Kami berharap terdapat mekanisme koordinasi yang lebih cepat antara PLN dan pengelola kawasan industri ketika terjadi gangguan.
Informasi yang akurat dan kepastian waktu pemulihan sangat membantu pelaku usaha," ujar Ma'ruf Maulana.
Selain itu, HKI mendorong percepatan pengembangan sistem cadangan, peningkatan kapasitas jaringan, pembangunan gardu induk di kawasan industri yang berkembang pesat, serta pemanfaatan teknologi pemantauan modern.
Dalam jangka panjang, HKI memandang perlu adanya ruang lebih luas bagi pengembangan pembangkit mandiri (captive power), energi baru terbarukan, serta Wilayah Usaha Ketenagalistrikan (Wilus) di kawasan industri tertentu.
Hal ini sebagai upaya memperkuat ketahanan energi nasional.
"Pertumbuhan industri Indonesia akan terus meningkatkan kebutuhan energi.
Sistem kelistrikan nasional perlu terus diperkuat agar mampu mengimbangi kebutuhan dunia usaha dan menjaga daya saing Indonesia sebagai tujuan investasi," kata Ma'ruf Maulana.
Pihaknya berharap pemerintah, PLN, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dapat bersama-sama mempercepat langkah penguatan sistem ketenagalistrikan nasional.
>>> XLSmart Gelar Bravo 500 Summit 2026, Dorong Kolaborasi Digital
Dengan demikian, aktivitas masyarakat dan dunia usaha dapat berjalan baik serta mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia.