Para ahli menekankan bahwa tidak semua penggunaan layar sama.
Video call dengan keluarga, aplikasi edukasi, atau belajar daring tidak bisa disamakan dengan scrolling tanpa henti yang didorong algoritma.
Mereka menolak pendekatan yang menyamaratakan semua bentuk penggunaan smartphone sebagai berbahaya.
Kebijakan Pemerintah dan Urgensi Pengawasan
Perdebatan soal smartphone dan anak memanas di Inggris. Pemerintah membuka konsultasi nasional terkait penggunaan media sosial dan smartphone pada anak-anak.
Namun, pemerintah mengakui bukti ilmiah mengenai dampak screen time masih beragam.
Sejumlah peneliti mengingatkan agar pemerintah tidak terburu-buru mengambil kebijakan ekstrem seperti larangan total.
Amy Orben dari University of Cambridge sebelumnya menyebut bukti ilmiah belum cukup kuat untuk menyimpulkan bahwa smartphone secara inheren berbahaya bagi semua anak.
Kesimpulan para ilmuwan dalam sidang tersebut cukup jelas: belum ada bukti kausal yang kuat bahwa smartphone secara langsung merusak otak anak.
>>> Pemerintah Didorong Alihkan Subsidi BBM ke Transportasi Umum
Namun, penggunaan berlebihan tetap perlu diawasi karena dapat mengurangi waktu anak untuk berinteraksi, bermain, berolahraga, dan melakukan aktivitas penting lain yang mendukung tumbuh kembang mereka.
