Tim Pusat Kajian Pelambaran Entropi (PKPE) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) berhasil mengungkap penyebab fenomena teror api misterius di rumah warga Seyegan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Fenomena tersebut dipastikan dipicu oleh keberadaan resin poly vinyl chloride (PVC).
>>> Kemenkeu Akui Belum Serahkan Aset Negara ke BPI Danantara
Penelitian ini sekaligus menepis dugaan awal mengenai adanya rembesan gas hidrogen dari limbah pemotongan ayam di bawah rumah warga bernama Muftia.
Berdasarkan pengukuran di lokasi, tim memastikan medan elektromagnetik berada pada level aman sehingga bukan menjadi pemantik nyala api.
Selain itu, tidak ditemukan anomali termal dari hasil pengamatan drone inframerah dalam radius 200 meter.
Hasil Penelitian Tim UGM
Ketua tim PKPE FT UGM, Prof Alva Edy Tontowi, menjelaskan bahwa sumber api bukan dari rembesan gas alam dari bawah permukaan lantai.
Tidak ada anomali termal dan tidak ditemukan gas yang dapat menyala sendiri secara alami (self-ignition) pada suhu kamar.
Sebab utama kemunculan api diasosiasikan kuat dengan keberadaan resin PVC pada material yang terbakar.
>>> Honda Racing Indonesia Dominasi Putaran Kedua ITCR 1200 di Mandalika
Resin ini sangat mudah menyala ketika bertemu dengan sumber api atau pemantik.
“Resin ini telah ditemukan pada residu pembakaran berdasarkan pengujian metoda FTIR,” papar Alva.
Melalui metode Headspace GC (Gas Chromatography), pengujian terhadap material yang terbakar menunjukkan hasil yang bersih dari unsur hidrokarbon.
“Hasil analisis hanya dapat mendeteksi adanya gas CO2 dan tidak ditemukan unsur-unsur sisa hidrokarbon atau solven yang bisa dipakai sebagai akseleran kebakaran,” tutur Alva.
Kandungan PVC yang tidak umum ditemukan pada permukaan dinding keramik serta kayu tripleks menjadi bukti kuat akhir dari penelitian ini.
>>> Siasati Biaya Pernikahan Melonjak dengan Skala Prioritas
Seluruh hasil laporan kini telah diserahkan langsung kepada BPBD Sleman.