Dr. Jennifer Wider, MD, menambahkan bahwa kombinasi hormon ini mengakibatkan pembengkakan dan nyeri payudara.
Lonjakan hormon juga mendorong perubahan fibrokistik atau benjolan nonkanker di sekitar jadwal menstruasi.
Rasa pegal biasanya muncul tiga hingga lima hari sebelum menstruasi dan berangsur pulih setelahnya.
Proses ovulasi sekitar dua minggu sebelum menstruasi memicu lonjakan progesteron pasca-ovulasi, yang kerap membuat perempuan terkecoh mengira sakit berasal dari sisa menstruasi sebelumnya.
Kondisi serupa juga menjadi alasan utama mengapa payudara menjadi sangat sensitif selama kehamilan.
Dr. Wider menuturkan bahwa kadar progesteron terus melambung saat mengandung, menyebabkan nyeri payudara bertahan lama meski tanpa menstruasi.
Ketidaknyamanan pada ibu hamil paling terasa di trimester pertama akibat peningkatan hormon prolaktin yang bertugas membentuk ASI.
>>> Lionel Messi Cetak Trigol dan Samai Rekor Miroslav Klose
Dr. Jamshidi menambahkan bahwa rasa sakit tersebut perlahan membaik atau menghilang sepenuhnya seiring waktu, tergantung kondisi individu.