⌂ Beranda News Trump dan Pezeshkian Tanda Tangani Kesepakatan di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Trump dan Pezeshkian Tanda Tangani Kesepakatan di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Trump dan Pezeshkian Tanda Tangani Kesepakatan di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Trump dan Pezeshkian menandatangani kesepakatan
A A Ukuran Teks16px

Swiss kembali menjadi tuan rumah proses diplomasi, setelah sebelumnya beberapa kali dipakai sebagai lokasi perundingan internasional.

Resor Bürgenstock di Swiss sendiri juga pernah menjadi lokasi KTT perdamaian Ukraina pada 2024, serta perundingan Sudan pada 2002 silam.

Namun, sejumlah contoh itu juga menunjukkan bahwa kesepakatan di meja perundingan tak selalu berujung pada perdamaian yang bertahan lama.

Perang di Ukraina justru masih berlangsung dua tahun setelah pertemuan tersebut, sementara Sudan justru kini menghadapi perang saudara dan krisis kemanusiaan yang meluas.

Kondisi itu menjadi pengingat bahwa membangun perdamaian yang berkelanjutan bukan proses yang sederhana.

Batas waktu 60 hari yang direncanakan untuk pembicaraan awal AS-Iran pun dinilai banyak pihak sebagai target yang fleksibel, bukan tenggat yang pasti.

Artinya, proses ini kemungkinan akan berlangsung lebih lama dalam status "kesepakatan sementara".

Alan Eyre, peneliti Middle East Institute sekaligus mantan negosiator AS untuk JCPOA, menilai tidak realistis jika kesepakatan besar bisa dicapai dalam 60 hari.

"Tidak akan ada kesepakatan yang benar-benar kuat dalam 60 hari.

>>> PT KAI Beri Diskon 30% Tiket Ekonomi Komersial untuk Libur Sekolah

Dibutuhkan negosiasi teknis yang serius dan berkelanjutan, dan saya meragukan apakah pemerintahan saat ini siap dan mampu melakukannya," ujarnya kepada DW.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru