Gelandang Timnas Inggris, Jude Bellingham, mengungkapkan alasan emosional di balik momen menyanyikan lagu kebangsaan pada gelaran Piala Dunia 2026.
Momen tersebut dirasakan sangat istimewa karena adanya kedekatan batin yang mendalam.
>>> Pramono Anung Beri Diskon Pajak Hiburan 50 Persen di Jakarta
Bellingham tampil impresif saat Inggris mengalahkan Kroasia dengan skor 4-2 pada pertandingan pertama Grup L di Dallas.
Kemenangan ini menjadi awal positif sekaligus waktu baginya untuk merenung di lapangan.
Sebelumnya, pelatih kepala Thomas Tuchel menyatakan tidak akan menyanyikan lagu "God Save the King".
Meski begitu, pelatih asal Jerman tersebut membuka kemungkinan berubah pikiran jika Inggris berhasil menembus laga final.
Tuchel sempat kecewa lantaran posisinya tidak ideal untuk melihat para pemain menyanyikan lagu kebangsaan sebelum laga kontra Kroasia.
Merespons kesakralan momen itu, Bellingham menjelaskan arti penting ritual tersebut bagi dirinya.
"Menurut saya, lagu kebangsaan adalah kesempatan terakhir untuk benar-benar mengingat orang-orang yang telah membawa Anda sampai di titik ini dan apa artinya menjadi orang Inggris," kata Bellingham dikutip dari Telegraph, Minggu (21/6/2026).
"Saya teringat kakek saya, yang meninggal dunia tepat sebelum debut saya untuk timnas Inggris. Beliau sangat patriotik."
"Dia adalah orang Inggris sejati. Dia bisa memberikan setiap fakta tentang setiap perang, setiap pertempuran, setiap raja dan setiap ratu.
Aku selalu teringat kakekku ketika momen itu tiba."
>>> PBNU Pastikan Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari PWNU Jateng
Agar tim pelatih dapat melihat momen emosional tersebut, Asosiasi Sepak Bola Inggris mengajukan banding kepada FIFA.
Hasilnya, Tuchel beserta jajarannya diizinkan bergeser ke area fotografer sebelum laga melawan Ghana.
Selain mengenang mendiang kakeknya, Bellingham juga mempersembahkan penampilannya untuk keluarga inti yang selalu memberikan dukungan penuh sepanjang kariernya.
