⌂ Beranda News OJK: Arah Revisi Rencana Bisnis Bank 2026 Terlihat Juli

OJK: Arah Revisi Rencana Bisnis Bank 2026 Terlihat Juli

OJK: Arah Revisi Rencana Bisnis Bank 2026 Terlihat Juli
OJK prediksi arah revisi rencana bisnis bank
A A Ukuran Teks16px

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan arah perubahan Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026 baru akan terlihat jelas pada Juli mendatang.

Hal itu setelah agenda diskusi dan negosiasi bersama pelaku industri perbankan selesai dilakukan.

>>> Komunitas Mercedes-Benz W212 Club Indonesia Rayakan Satu Dekade Kiprah Otomotif

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan saat ini masih terlalu awal untuk menyimpulkan apakah penyesuaian target bakal naik atau turun.

"Yang kami harapkan ada peningkatan. Juni belum selesai.

Nanti kita akan lihat.

Setelah semua masuk dan negosiasi selesai, baru Juli akan terlihat apakah direvisi turun atau direvisi naik," ujar Dian, Minggu (21/6/2026).

Langkah setiap bank akan dipengaruhi oleh pandangan mereka terhadap proyeksi perekonomian ke depan.

Dian melihat beberapa indikator makro saat ini sudah mulai bergerak ke arah yang lebih positif dibandingkan beberapa bulan lalu.

Faktor penguat tersebut antara lain stabilitas nilai tukar rupiah yang dinilai mampu meningkatkan kepercayaan diri pelaku usaha, terutama bank yang aktif di ekspor dan impor.

Perbaikan di sektor pasar modal juga memberikan dampak psikologis positif bagi iklim usaha nasional.

"Kalau misalnya rupiah sekarang stabil, kemudian pasar modal juga mulai recover, saya kira ini momen yang baik," kata Dian.

>>> Hajime Moriyasu Tunjuk Ao Tanaka Starter Hadapi Tunisia di Piala Dunia 2026

Mengenai kebijakan moneter, dampak kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) diprediksi tidak langsung memengaruhi kinerja perbankan dalam waktu dekat.

Menurut Dian, terdapat jeda waktu sebelum transmisi suku bunga acuan tersalurkan ke suku bunga kredit atau sektor pembiayaan riil.

Oleh karena itu, OJK belum mengkhawatirkan efek langsung dari penyesuaian suku bunga terhadap laju pertumbuhan bisnis perbankan tahun ini.

Kondisi geopolitik global yang berangsur membaik juga berpotensi memberi angin segar bagi perekonomian.

Penurunan ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran berisiko meredam lonjakan harga minyak bumi.

"Kalau dibandingkan suasana dua bulan terakhir, mudah-mudahan kalau bisa bounce back ke (situasi seperti) awal-awal tahun ini sudah cukup bagus," ujarnya.

Di samping memantau aspek makro, OJK tetap melakukan pembicaraan intensif mengenai target prioritas, termasuk perluasan akses pembiayaan bagi UMKM.

Lembaga pengawas ini telah menyediakan data pemetaan potensi ekonomi berdasarkan wilayah dan sektor untuk memandu perbankan mengoptimalkan penyaluran kredit ke sektor unggulan di daerah.

"Nah itu akan ada negosiasi yang kita lakukan dengan bank. Kita juga sudah siapkan data per sektor dan per daerah.

>>> Presiden Bolivia Tetapkan Keadaan Darurat Nasional Atasi Blokade Jalan

Harapannya sumber-sumber keunggulan daerah itu bisa didorong melalui peningkatan UMKM," katanya.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru