"Bisa aja kan orang-orang akhirnya balik bawa kendaraan pribadi," ujarnya.
Penyesuaian Tarif dan Beban Subsidi
Wacana kenaikan tarif Transjakarta bukan hal baru.
>>> Bank of Korea Khawatir Bonus Besar Karyawan IT Picu Inflasi
Selama lebih dari dua dekade, angka Rp3.500 bertahan nyaris tak berubah sejak layanan ini pertama kali hadir pada 2004.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mengkaji penyesuaian tarif, termasuk untuk layanan Transjabodetabek.
Angka yang beredar bervariasi, mulai dari Rp5.000, Rp7.000, hingga kisaran Rp10.000 sampai Rp15.000 untuk rute tertentu.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta. "Tidak mungkin rute Blok M-Soekarno-Hatta tarifnya Rp3.500.
Naik Damri atau moda transportasi lain saja rata-rata sudah di atas Rp100 ribu," ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Ia menegaskan bahwa tarif tersebut sudah tidak realistis jika dibandingkan dengan biaya operasional.
Jarak tempuh yang jauh, banyaknya pemberhentian, hingga biaya parkir di area bandara menjadi faktor yang membuat ongkos layanan tersebut jauh lebih tinggi.
Pramono menegaskan, kebijakan tarif tetap akan berpijak pada satu prinsip utama, yaitu menjaga agar masyarakat tetap memilih transportasi umum.
Ia menyebut, jaringan transportasi publik di Jakarta kini sudah semakin terhubung, dengan tingkat konektivitas yang mencapai sekitar 90 persen lebih.
Menurutnya, kesenjangan ini menunjukkan bahwa pekerjaan rumah pemerintah bukan hanya soal memperluas jaringan, tetapi juga memastikan layanan benar-benar nyaman dan andal.
Direktur Utama Transjakarta Welfizon Yuza mengatakan, "Belum tahu. Kan daya beli masyarakat juga dipertimbangkan.
Pada saat kita mengusulkan, pertimbangan-pertimbangannya semuanya harus secara komprehensif."
Pada tahun anggaran 2026, ketika postur APBD Pemprov DKI menyusut menjadi Rp81,32 triliun, sekitar Rp4,8 triliun tetap dialokasikan untuk subsidi transportasi publik.
Sebagian besar dana tersebut mengalir ke Transjakarta, yang menerima subsidi hingga Rp3,75 triliun.
>>> SMAN 5 Makassar Juara LCC Empat Pilar MPR RI Sulsel 2026
Sementara itu, MRT Jakarta memperoleh Rp536,7 miliar, dan LRT Jakarta Rp325,28 miliar. Pemerintah juga masih menyisihkan anggaran untuk bus sekolah dan angkutan perairan.