⌂ Beranda News PT Prodia Diagnostic Line Tbk Targetkan Dana Rp62,75 Miliar dari IPO

PT Prodia Diagnostic Line Tbk Targetkan Dana Rp62,75 Miliar dari IPO

PT Prodia Diagnostic Line Tbk Targetkan Dana Rp62,75 Miliar dari IPO
Ilustrasi IPO PT Prodia Diagnostic Line Tbk
A A Ukuran Teks16px

PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menawarkan 522,9 juta saham baru atau setara 30 persen modal ditempatkan.

Perusahaan menargetkan perolehan dana maksimal Rp62,75 miliar dari penawaran umum perdana (IPO) ini.

>>> PT Metropolitan Land Tbk Optimistis Capai Target Penjualan Properti Rp2 Triliun

Manajemen menetapkan harga penawaran awal di kisaran Rp100 hingga Rp120 per saham.

Masa penawaran awal dijadwalkan berlangsung pada 18 hingga 23 Juni 2026, dilanjutkan penawaran umum pada 1 hingga 7 Juli 2026.

Pencatatan saham PRDL di bursa diperkirakan terealisasi pada 9 Juli 2026.

Penggunaan Dana IPO

Sekitar 62,6 persen atau senilai Rp35,67 miliar dari dana hasil IPO akan digunakan untuk melunasi pokok fasilitas kredit di Bank BCA dan Bank Panin.

Sebesar 28,92 persen dialokasikan untuk belanja modal, termasuk pembelian mesin, alat kalibrasi, perangkat lunak, serta pengembangan laboratorium biomolekuler.

Sisa dana sebesar 8,51 persen akan dimanfaatkan sebagai modal kerja perusahaan.

>>> Bank Indonesia Waspadai Dampak Inflasi Global dan Cuaca Ekstrem

Produsen alat kesehatan in vitro diagnostic (IVD) ini telah memproduksi merek Proline di pabrik Cikarang sejak 2010 dan melayani 7.294 fasilitas kesehatan domestik.

Langkah penguatan permodalan diambil menyusul kenaikan pendapatan tahun 2025 sebesar 26,79 persen secara tahunan menjadi Rp74,3 miliar, dengan lonjakan laba bersih 70 persen menjadi Rp16,9 miliar.

Rasio harga terhadap pendapatan (PER) perusahaan berada di kisaran 10,31 kali hingga 12,38 kali dengan estimasi laba per saham Rp9,70.

Valuasi ini dinilai lebih konservatif dibandingkan rata-rata emiten sektor kesehatan dan laboratorium di bursa yang sering diperdagangkan dengan PER di atas 20 atau 30 kali.

Namun, investasi ini tetap memiliki risiko ketergantungan pada kebijakan belanja kesehatan pemerintah dan ukuran emisi relatif kecil yang dapat membatasi likuiditas saham.

>>> PT Esa Medika Mandiri Siap IPO, Target Dana Rp 269 Miliar

PT Sucor Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek dalam aksi korporasi ini.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru