Kholid menyoroti rata-rata Hari Operasi Pembangkit (HOP) batubara di Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) yang masih di bawah 10 hari, padahal idealnya 15-17 hari.
Dalam jangka menengah, Kholid menyarankan pemerintah mengkaji ulang harga patokan Domestic Market Obligation (DMO) batubara untuk ketenagalistrikan yang dinilai kurang memotivasi produsen.
Untuk jangka panjang, Kholid menekankan pentingnya pemetaan cadangan batubara nasional dan kebutuhan PLTU, serta menyarankan PLN membangun fasilitas pencampuran (blending) batubara.
Anggota DEN Unsur Pemangku Kepentingan dari Kalangan Industri, Satya Widya Yudha, meminta PLN mempercepat pengadaan batubara kalori menengah untuk mendukung operasional PLTU.
Satya juga menyoroti daya mampu PLTU di sistem Jawa-Bali yang berada di bawah kapasitas akibat pasokan batubara seret dan gangguan teknis pada PLTU tua.
>>> Timnas Portugal Siap Hadapi Kritik Terkait Performa Cristiano Ronaldo
Ia melihat ini sebagai momentum percepatan diversifikasi energi ke Energi Baru dan Terbarukan (EBT).
