⌂ Beranda News Prabowo Akan Gunakan AI di Program Makan Bergizi Gratis, Ini Tujuannya

Prabowo Akan Gunakan AI di Program Makan Bergizi Gratis, Ini Tujuannya

Prabowo Akan Gunakan AI di Program Makan Bergizi Gratis, Ini Tujuannya
Ilustrasi: Prabowo Akan Gunakan AI di Program Makan Bergizi Gratis, Ini Tujuannya
A A Ukuran Teks16px

Presiden Prabowo Subianto berencana memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dalam program unggulannya, Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal itu tertuang dalam draf peraturan presiden yang diperoleh Reuters, di mana pemerintah menyiapkan peta jalan integrasi AI ke berbagai program strategis nasional sepanjang 2026-2029.

>>> Kode Redeem Free Fire (FF) Terbaru, Dapat 4 Football Token Gratis

Pemerintah meyakini AI berpotensi meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia hingga 12% atau sekitar USD 366 miliar pada 2030.

Fungsi AI dalam Program MBG

Dalam program MBG, AI akan digunakan untuk menyusun menu sesuai karakteristik daerah, memantau kebersihan dapur, memperkirakan kebutuhan makanan, dan mendeteksi penyimpangan.

Teknologi ini juga akan mengintegrasikan data kesehatan guna memberikan peringatan dini jika terjadi kondisi darurat.

Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar USD 15 miliar atau sekitar Rp 269,3 triliun untuk mengimplementasikan AI di berbagai program, termasuk MBG.

Draf regulasi tersebut saat ini masih menunggu persetujuan Presiden Prabowo Subianto.

Selain MBG, AI juga akan diterapkan dalam program pemeriksaan kesehatan gratis dan penanganan tuberkulosis (TBC) untuk membantu analisis data kesehatan skala besar.

Pemerintah tengah menyusun regulasi AI nasional dengan melibatkan perusahaan teknologi global seperti Meta, IBM, dan Microsoft.

>>> Resmi! Bagnaia Tinggalkan Ducati, Pedro Acosta Tandem Baru Marc Marquez

Microsoft sebelumnya telah mengumumkan investasi USD 1,7 miliar untuk pengembangan cloud dan AI di Indonesia.

Namun, Indonesia masih menghadapi tantangan besar, seperti keterbatasan infrastruktur chip dan pusat komputasi serta minimnya talenta AI.

Guru Besar AI dari Bina Nusantara University, Derwin Suhartono, menilai Indonesia belum cukup kompetitif dalam perlombaan AI global dan berisiko hanya menjadi konsumen teknologi asing.

Meski demikian, ia menilai pemanfaatan AI tetap dapat memberikan manfaat besar jika dijalankan melalui peta jalan yang terstruktur dan konsisten.

Pemerintah juga menyiapkan pembentukan dana kedaulatan AI (sovereign AI fund) yang rencananya dikelola oleh Danantara Indonesia, serta insentif fiskal bagi peneliti AI.

Langkah mitigasi risiko juga disiapkan, termasuk penyalahgunaan biometrik, pelanggaran hak kekayaan intelektual, dan penyebaran deepfake.

>>> Iran Diizinkan Tiba di AS Dua Hari Sebelum Lawan Mesir

Pemanfaatan AI di program MBG muncul di tengah sorotan terkait transparansi pengelolaan, dugaan penyimpangan pembangunan dapur, dan kasus keracunan makanan yang menimpa puluhan ribu siswa tahun lalu.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru