Dua dekade lalu, SK Hynix berada di ambang kebangkrutan. Harga sahamnya nyaris tidak bergerak.
Namun, ledakan tren Kecerdasan Buatan (AI) mengubah segalanya. Produsen chip memori ini kini meroket dan berhasil menyalip Samsung sebagai perusahaan paling berharga di Korea Selatan.
>>> Bukan Maksud Ibrahimovic Ejek Cristiano Ronaldo, Ini Penjelasannya
Saham SK Hynix ditutup pada angka sekitar 2,9 juta won di bursa saham Korea pada Senin lalu.
Kenaikan 5,6% tersebut mendongkrak kapitalisasi pasar perusahaan menjadi sekitar USD 1,35 triliun.
Jika tidak menghitung saham preferen, angka ini menempatkan SK Hynix sedikit di atas Samsung.
Kedua raksasa teknologi Korsel itu kini berada tepat di belakang Meta dan Tesla dalam peringkat global.
Dominasi HBM: Bahan Bakar Revolusi AI
Rahasia kebangkitan SK Hynix adalah posisinya sebagai produsen terkemuka modul DRAM untuk memori HBM (High Bandwidth Memory).
Memori ini merupakan elemen krusial pada GPU Nvidia untuk menggerakkan pusat data AI.
Saat ini, berbagai perusahaan teknologi berlomba membangun fasilitas AI. Akibatnya, pesanan DRAM membeludak melampaui kapasitas produksi yang bisa ditangani SK Hynix dan pesaingnya.
>>> Son Heung-min Menyesal Gagal Banyak Membantu Timnas Korea Selatan
Kelangkaan ini menciptakan ironi: produsen PC, konsol game, dan smartphone kesulitan mengamankan pasokan memori. Namun, pabrikan chip memori seperti SK Hynix justru meraup untung besar.
Bangkit dari Jurang Kebangkrutan
Pencapaian ini merupakan titik balik dramatis bagi SK Hynix. Pada tahun 2002, perusahaan hampir bangkrut dan nyaris diakuisisi Micron.
Selama beberapa tahun, nasib perusahaan berada di bawah kendali kreditur. Harga sahamnya sempat tertahan di kisaran 100.000 won selama beberapa tahun terakhir.
Namun, sejak musim panas tahun lalu, sahamnya mulai merangkak naik secara konsisten. Nilainya telah berlipat ganda hingga tiga kali lipat sejak bulan April.
Hujan Bonus Ratusan Ribu Dolar untuk Karyawan
Keuntungan luar biasa ini juga mengalir ke karyawan. Pada September, SK Hynix menghapus batas maksimal bonus.
Rata-rata bonus per karyawan mencapai USD 477 ribu, dengan total pembayaran bonus USD 16,9 miliar.
Angka itu diperkirakan bisa menembus USD 900 ribu per karyawan pada 2027. Namun, situasi ini memicu perdebatan di masyarakat Korea Selatan.
>>> Babak Krusial Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, Hasil Segera Diumumkan
Sebagian publik meyakini keuntungan tersebut seharusnya dibagikan ke masyarakat luas. Pasalnya, SK Hynix di masa lalu sempat bergantung pada dana talangan dari uang pajak rakyat.
