⌂ Beranda News Dilema Warga Eropa: AC, Rasa Bersalah Iklim, dan Ancaman Gelombang Panas

Dilema Warga Eropa: AC, Rasa Bersalah Iklim, dan Ancaman Gelombang Panas

Dilema Warga Eropa: AC, Rasa Bersalah Iklim, dan Ancaman Gelombang Panas
Ilustrasi: Dilema Warga Eropa: AC, Rasa Bersalah Iklim, dan Ancaman Gelombang Panas
A A Ukuran Teks16px

Warga Eropa kini menghadapi dilema antara rasa bersalah terhadap dampak lingkungan dan kebutuhan mendesak untuk bertahan hidup dari gelombang panas yang semakin ekstrem.

AC, yang dulunya dianggap kemewahan tidak perlu, kini menjadi pertimbangan penting seiring meningkatnya suhu.

>>> Piala Dunia 2026: Kroasia Sementara Ungguli Ghana 1-0 di Babak Pertama

Musim panas di benua biru ini semakin mematikan. Sepekan terakhir, 40 orang tewas tenggelam di Prancis saat mencari tempat berendam.

Suhu di Spanyol mencapai 44 derajat Celsius, sementara Inggris menghadapi Juni terpanas.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat rata-rata 175.000 nyawa melayang akibat cuaca panas di Eropa setiap tahun.

Perubahan Pandangan dan Peningkatan Penggunaan AC

Studi tahun 2007 menunjukkan penggunaan AC dapat memangkas tingkat kematian akibat panas hingga 75%.

Riset The Lancet pada 2019 mengungkap 195.000 kematian terkait cuaca panas pada lansia di atas 65 tahun berhasil dicegah berkat adopsi AC.

Namun, baru sekitar 20% orang Eropa memiliki AC di rumah, jauh tertinggal dibandingkan 90% di Amerika Serikat.

Keengganan warga Eropa memasang AC sebagian disebabkan oleh budaya stoikisme historis dan biaya yang tinggi.

Minimnya pasokan gas alam domestik membuat biaya energi di Eropa lebih mahal dibandingkan AS.

>>> Jerman Harapkan "Letupan" Bintangnya di Babak Knockout Piala Dunia 2026

Rasa bersalah terhadap dampak iklim juga menjadi penghalang. Penggunaan AC menyumbang 4% total emisi gas rumah kaca global, lebih besar dari industri penerbangan.

Namun, musim panas ekstrem mengubah segalanya. Di Italia, ribuan kematian akibat gelombang panas pada 2003 mendorong peningkatan drastis kepemilikan AC.

Jika pada 2003 hanya 10-15% rumah tangga memiliki AC, angka itu melonjak menjadi 56% pada 2024. Italia kini menyumbang sepertiga total penggunaan listrik untuk AC di Eropa.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru