Sony mengalokasikan dana sebesar USD 35 juta atau sekitar Rp 629 miliar untuk mengubah fungsi pabrik cakram PlayStation yang berlokasi di Thalgau, Austria.
Keputusan ini diambil seiring rencana perusahaan untuk menghentikan produksi gim fisik pada 2028.
>>> Kartu Merah Balogun Dicabut, Mirip Insiden Garrincha di Piala Dunia 1962
Pabrik tersebut selama ini mampu memproduksi sekitar 600 ribu cakram per hari, termasuk game PlayStation, Blu-ray, dan CD.
Menurut media Austria ORF, karyawan di fasilitas Sony DADC Thalgau telah diberitahu pada Rabu lalu bahwa akan terjadi restrukturisasi.
Meski demikian, CEO Sony DADC Dietmar Tanzer menegaskan tidak ada PHK untuk saat ini.
Tanzer mengungkapkan bahwa produk PlayStation saat ini menyumbang sekitar 50% dari volume produksi pabrik, dengan pesanan game baru sekitar 20%.
>>> Portugal vs Spanyol: Statistik Siapa Lebih Baik?
Ia memperkirakan volume tersebut akan turun menjadi 10% pada 2028.
Beralih ke Produksi Lensa Mikro Optik
Alih-alih mengurangi karyawan, Sony justru menginvestasikan dana besar untuk peralatan baru. Investasi ini memungkinkan pabrik beralih memproduksi lensa mikro optik sebagai pengganti cakram.
Kepala Mikro Optik Sony DADC Markus Streibl menjelaskan bahwa mikrooptik adalah miniaturisasi sistem optik untuk memfokuskan dan mengarahkan cahaya.
Salah satu penerapannya adalah lampu sein mobil yang diproyeksikan ke aspal.
>>> SSD China Mulai Dipakai di Laptop Bisnis Lenovo, Saingi Samsung dan WD
Pada Rabu lalu, karyawan sudah mulai dialihkan dari produksi cakram untuk menguji peralatan baru. Sony berencana melatih ulang staf sebelum produksi massal mikrolensa optik dimulai tahun depan.
