⌂ Beranda News Puluhan Ribu Cermin Raksasa Akan Selimuti Bumi, Ini Tujuannya

Puluhan Ribu Cermin Raksasa Akan Selimuti Bumi, Ini Tujuannya

Puluhan Ribu Cermin Raksasa Akan Selimuti Bumi, Ini Tujuannya
Ilustrasi: Puluhan Ribu Cermin Raksasa Akan Selimuti Bumi, Ini Tujuannya
A A Ukuran Teks16px

Startup Reflect Orbital telah mendapatkan izin dari pemerintah Amerika Serikat untuk meluncurkan konstelasi satelit cermin raksasa ke luar angkasa.

Konstelasi ini akan memantulkan sinar Matahari dan menerangi Bumi dari orbit. Komisi Komunikasi Federal (FCC) AS telah memberikan lisensi untuk meluncurkan satelit demonstrasi pertamanya.

>>> Intip Wujud Motorola Razr Fold, HP Lipat Premium dengan Kamera Mumpuni

Misi tersebut direncanakan meluncur tahun ini.

Satelit yang dinamai Eärendil-1 itu akan memantulkan sinar Matahari ke area yang sudah ditentukan di Bumi menggunakan permukaan reflektif sepanjang 18 meter.

Jika sukses, Reflect Orbital berencana mengoperasikan lebih dari 50.000 satelit cermin secara bertahap hingga tahun 2035.

Konstelasi sebesar itu dapat memantulkan sinar Matahari yang menerangi area seluas 5 kilometer persegi di Bumi.

Reflect Orbital mengatakan teknologi ini dapat digunakan di berbagai industri, termasuk agrikultur, penyelamatan korban bencana, hingga pembangkit listrik tenaga surya.

"Bayangkan kemungkinan tak terbatas ketika sinar Matahari tidak dibatasi geografi atau waktu di siang hari," tulis Reflect Orbital di website-nya.

>>> Ketum KOI: Emas Anggie Jadi Awal Kebangkitan Tinju Indonesia

"Tim pencarian dan penyelamatan menemukan orang yang hilang dalam hitungan menit. Kota memiliki jalanan yang terang merata tanpa emisi karbon.

Proyek konstruksi dapat selesai dalam waktu setengahnya dengan kru yang bisa bekerja sepanjang malam dengan aman," sambungnya.

Kritik dari Peneliti dan Astronom

Namun, banyak peneliti dan astronom yang mengkritik proyek konstelasi cermin luar angkasa ini. Sebagian mengkritik bagaimana konstelasi raksasa ini dapat mengubah langit malam.

Yang lainnya khawatir satelit yang mati akan mencemari atmosfer Bumi dengan logam berat.

Ada juga yang khawatir konstelasi cermin ini dapat mengenalkan jenis polusi cahaya baru yang mengganggu kehidupan liar yang bergantung pada siklus cahaya alami dan dampaknya pada pilot pesawat terbang.

Reflect Orbital menegaskan akan berusaha sekuat mungkin untuk meminimalisir potensi dampak tersebut. Mereka mengatakan sinar Matahari yang dipantulkan tidak cukup terang untuk menyebabkan kebakaran atau merusak mata.

>>> Hal Pertama Mourinho di Real Madrid: Bicara Empat Mata dengan Pemain

"Kami merancang sistem keselamatannya dalam tiga cara: 1) sinar Matahari akan difokuskan ke satu titik, 2) sinar dapat dimatikan secara cepat dan kapan saja sehingga tidak sampai mencapai Bumi, dan 3) kami secara sengaja menghindari area sensitif seperti observatorium penelitian atau habitat yang dilindungi," tulis Reflect Orbital.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM