Pemerintah India meminta WhatsApp untuk menunda peluncuran fitur username karena dinilai dapat meningkatkan risiko kejahatan siber.
Kekhawatiran itu muncul setelah ditemukan sejumlah username yang hampir mirip dengan tokoh politik India, seperti 'indiamodi' dan 'shahrukh.
>>> Laporte Minta Wasit Objektif Jelang Hadapi Argentina
actor'.
Username tersebut mirip dengan nama Perdana Menteri India Narendra Modi dan aktor terkenal Shah Rukh Khan.
Fitur username memungkinkan pengguna berkomunikasi tanpa menampilkan nomor telepon, yang dinilai memudahkan penipu.
Tanggapan Meta
WhatsApp, yang merupakan bagian dari Meta, memberikan penjelasan atas kekhawatiran tersebut.
Menurut WhatsApp, fitur username sudah disiapkan untuk tokoh politik, VIP, dan selebritas.
"Orang-orang membuat klaim palsu tentang pemesanan nama pengguna populer atau terkenal," kata WhatsApp dalam pernyataannya.
>>> Argentina Melaju ke Final Piala Dunia 2026 Usai Sapu Bersih Tujuh Laga
"Ini tidak benar, hanya pemilik akun yang sah yang dapat memesan nama tokoh publik terkenal," sambungnya.
Pernyataan serupa juga disampaikan Meta saat dihubungi TechCrunch.
Meski demikian, belum jelas berapa banyak variasi nama terkenal yang tercakup dalam pemblokiran ini.
Modus kejahatan yang dikhawatirkan adalah penggunaan ejaan, angka, atau kata tambahan untuk meniru nama tokoh terkenal.
Masalah nama pengguna memang menjadi tantangan bagi semua platform media sosial, termasuk Instagram dan Facebook milik Meta.
>>> Lelang Frekuensi Bukan Sulap, Ini Alasan Internet Indonesia Tak Langsung Ngebut
Namun, dengan WhatsApp yang bersifat lebih langsung, potensi penipuan dinilai lebih besar.
