Meta dilaporkan telah melanggar Undang-Undang Layanan Digital (DSA) Uni Eropa akibat desain aplikasi Instagram dan Facebook yang dinilai membuat penggunanya ketagihan.
Akibatnya, Meta kemungkinan besar akan diminta untuk mengubah desain kedua platform tersebut dan terancam sanksi denda.
>>> Koneksi Internet Semifinalis Piala Dunia 2026: Prancis Tercepat, Argentina Terlambat
Kritik Terhadap Desain Aplikasi
Komisi Eropa menyoroti bahwa Meta dinilai tidak cukup menilai risiko yang ditimbulkan oleh desain aplikasinya yang adiktif terhadap kesejahteraan fisik dan mental pengguna.
Fitur-fitur seperti rekomendasi yang dipersonalisasi, pemutaran otomatis konten, dan fitur scroll tanpa batas diduga memicu pengguna untuk terus menggunakan aplikasi dan mengaktifkan mode autopilot.
Laporan investigasi awal juga mengkritik fitur manajemen waktu yang disediakan Meta. Fitur tersebut dinilai mudah diabaikan, sementara kontrol orang tua membutuhkan keahlian teknis dan upaya ekstra agar efektif.
Meta juga dituduh mengabaikan informasi mengenai durasi penggunaan aplikasi oleh anak muda, terutama pada malam hari, serta bagaimana format konten seperti Reels dan Stories dapat menyebabkan penggunaan berlebihan.
Komisi Eropa menyarankan Meta untuk menonaktifkan fitur seperti pemutaran otomatis dan scrolling tanpa batas secara default.
Selain itu, disarankan untuk menerapkan istirahat layar yang efektif dan membuat algoritma rekomendasi yang tidak hanya berorientasi pada engagement.
Meta kini diberikan kesempatan untuk membela diri. Namun, jika keputusan Komisi Eropa final, perusahaan tersebut terancam denda hingga 6% dari omset tahunan globalnya.
>>> Jaminton Campaz Dapat Ancaman Pembunuhan, Publik Khawatir Tragedi Escobar Terulang
Omset Meta pada tahun 2025 tercatat sebesar USD 200,97 miliar, yang berarti potensi denda yang dihadapi bisa mencapai USD 12 miliar.
Menanggapi hal ini, juru bicara Meta menyatakan ketidaksetujuan mereka terhadap temuan awal Komisi Eropa.
"Kami tidak setuju dengan temuan awal ini, yang tidak secara akurat memperhitungkan langkah-langkah signifikan yang telah kami ambil untuk melindungi pengguna remaja," ujarnya.
Penyelidikan Komisi Eropa terhadap Meta dimulai pada Mei 2024.
Sejak saat itu, Meta telah meluncurkan fitur Teen Accounts yang secara otomatis membuat akun remaja menjadi privat, serta membatasi akses di malam hari dan durasi penggunaan layar menjadi 15 menit sehari.
Ini merupakan kali kedua di tahun ini Komisi Eropa menemukan Meta melanggar aturan.
>>> Empat Semifinalis Piala Dunia 2026: Siapa Paling Sering Main di Final?
Sebelumnya, pada bulan April, Meta disebut gagal mencegah pengguna berusia di bawah 13 tahun mengakses platformnya.
