Pemerintah menegaskan penguatan ekosistem digital menjadi salah satu strategi utama untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Upaya tersebut tidak hanya difokuskan pada pembangunan infrastruktur digital, tetapi juga mencakup pengembangan talenta, investasi teknologi, pusat data, hingga penguatan keamanan siber.
>>> Piala AFF 2026: Tekad Vietnam Habisi Kamboja demi Juara Grup
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pembangunan ekosistem digital merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia memiliki fondasi ekonomi digital yang kuat sekaligus mampu bersaing di tingkat global.
Disampaikan Airlangga, salah satu tantangan terbesar saat ini adalah ketersediaan sumber daya manusia.
Karena itu, pemerintah tidak hanya membangun infrastruktur digital, tetapi juga memperkuat ekosistem talenta agar kebutuhan industri dapat dipenuhi oleh tenaga kerja dalam negeri.
"Karena tanpa ekosistem talenta, semikonduktor atau yang lainnya tidak akan jalan.
Kita tidak ingin talenta yang akan mengisi digital harus outsource lagi dari luar negeri," kata Airlangga dikutip dari keterangan tertulis, seperti dilansir Jumat (7/8/2026).
Sebagai bagian dari strategi tersebut, pemerintah telah menggandeng salah satu perguruan tinggi terkemuka di India untuk membuka kampus di Indonesia.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pencetakan talenta digital yang dibutuhkan industri nasional.
Di sisi lain, pemerintah juga terus mendorong masuknya investasi teknologi yang tidak hanya membawa modal, tetapi juga transfer pengetahuan dan inovasi.
Enam Strategi Utama Ekosistem Digital
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Edwin Hidayat Abdullah, mengatakan penguatan ekosistem digital nasional dibangun melalui enam strategi utama.
Strategi tersebut meliputi pemerataan konektivitas, pengembangan talenta digital, penguatan kolaborasi lintas sektor, peningkatan investasi, penyempurnaan regulasi, serta penciptaan iklim usaha yang sehat.
"Kita butuh investasi yang bukan hanya kapital tetapi juga pengetahuan. Kita butuh teknologi yang inovatif, aman, dan bertanggung jawab.

