Pemerintah mempercepat langkah antisipasi terhadap potensi ancaman keamanan siber seiring pesatnya perkembangan komputasi kuantum.
Upaya ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Urgensi Penyusunan Kebijakan Menghadapi Post-Quantum (PQC) pada Kamis (6/8).
>>> Strasbourg Jadi Pelabuhan Baru Jorgensen, Pinjaman dari Chelsea
Rapat dihadiri oleh Kemenko Polkam, BSSN, Telkom, akademisi, pelaku industri, dan komunitas keamanan siber.
Forum ini bertujuan menghimpun masukan sebagai dasar penyusunan kebijakan nasional menghadapi teknologi komputasi kuantum.
Komputer kuantum diperkirakan membawa perkembangan signifikan dalam kemampuan komputasi, membuka peluang inovasi dan transformasi digital.
Namun, teknologi ini juga berpotensi melemahkan sistem kriptografi yang melindungi transaksi digital, komunikasi, dan data strategis.
Oleh karena itu, langkah antisipatif perlu disiapkan secepat mungkin agar keamanan ekosistem digital tetap terjaga.
Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi Kemenko Polkam, Marsda TNI Eko Dono Indarto, menegaskan bahwa dunia bergerak lebih cepat dari perkiraan.
"Persiapan menghadapi era post-quantum bukan lagi isu sektoral, melainkan agenda strategis nasional," ujarnya dalam keterangan tertulis (11/8/2026).
Forum merumuskan sejumlah langkah prioritas, termasuk penyusunan Peta Jalan Nasional Migrasi Post-Quantum Cryptography.
Prioritas lain adalah penentuan perlindungan data berkerahasiaan tinggi, penguatan koordinasi lintas kementerian, dan usulan pembentukan National Quantum Center.
Asisten Deputi Pencegahan dan Peningkatan Kapasitas Keamanan Siber Kemenko Polkam, Marsma TNI Budi Eko Pratomo, bersama Asisten Deputi Telekomunikasi dan Informasi, Marsma TNI Agus Pandu Purnama, mendorong koordinasi lintas sektor.
Deputi Bidang Strategi dan Kebijakan Keamanan Siber dan Sandi BSSN, Marsda TNI R. Tjahjo Kurniawan, menyatakan keamanan siber adalah fondasi transformasi digital.
>>> Endrick Tetap di Real Madrid, Peluang Dipinjamkan Terbuka Januari
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan meningkatkan kesadaran terhadap risiko quantum attack dan segera mempersiapkan migrasi kriptografi secara bertahap.

