Presiden Prabowo Subianto menegaskan rencana pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall untuk melindungi kawasan Pantai Utara Jawa.
Proyek tersebut dinilai mutlak harus dilakukan mengingat wilayah Pantura menghadapi ancaman permukaan laut yang naik dan daratan yang turun.
>>> Kebijakan Baru Trump Ubah Sistem Ketapel Kapal Induk Kelas Ford
Pernyataan itu disampaikan dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI hari Jumat.
Pemerintah tidak ingin menunggu bencana datang dan berkaca dari negara lain seperti Belanda dalam membangun infrastruktur perlindungan pesisir.
Kompleksitas Masalah di Pantura
Kementerian Lingkungan Hidup mencatat Pantura Jawa Tengah menghadapi tiga persoalan sekaligus yaitu abrasi, banjir rob, dan penurunan muka tanah.
Data Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana menyebut penurunan muka tanah mencapai 10-20 sentimeter per tahun di sejumlah wilayah.
Eksploitasi air tanah yang berlebihan disebut sebagai salah satu pemicu utama turunnya daratan di kawasan tersebut.
>>> Marselino Ferdinan Fokus Pemulihan Usai Operasi Lutut di Spanyol
Kenaikan muka air laut membuat daratan semakin rentan terhadap rob ketika terjadi pasang tinggi atau gelombang ekstrem.
Integrasi Proyek dan Teknologi
Giant Sea Wall dirancang bukan sekadar menahan air laut tetapi juga menjadi infrastruktur air bersih dan jalur pertumbuhan baru.
Badan Riset dan Inovasi Nasional menyiapkan teknologi tanggul tegak modular multifungsi serta pendekatan hybrid eco-engineering.
Rencana pembangunan tanggul sepanjang 575 kilometer tersebut membentang dari Serang hingga Gresik dalam 15 segmen.
>>> Masa Depan Lima Pembalap MotoGP 2027 Masih Menggantung
Proyek raksasa ini ditargetkan dipercepat menjadi 15 tahun dengan rencana groundbreaking pada awal tahun 2027.
