Tumpukan sampah yang membentuk daratan buatan kembali mengotori kawasan pesisir Muara Angke, Jakarta Utara. Fenomena ini menjadi sorotan setelah rekaman video hamparan sampah tersebut viral di media sosial.
Endapan sampah yang terletak sekitar 600 hingga 700 meter dari garis pantai ini merupakan limbah yang terbawa arus sungai dan laut.
>>> Harga Emas Antam 7 Juni 2026 Stabil di Rp 2.738.000 Per Gram
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera mengerahkan petugas gabungan untuk mengeruk lokasi tersebut.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan bahwa penumpukan material ini dipicu oleh proses sedimentasi di kawasan pesisir.
Proses evakuasi limbah di endapan Muara Kali Adem berlangsung selama empat hari, mulai 2 hingga 5 Juni 2026.
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Seribu mencatat volume sampah yang diangkut bervariasi setiap harinya.
Kepala Seksi Penanganan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Seribu, Lukman Dermanto, merinci volume sampah yang berhasil dikumpulkan.
Hari pertama tercatat 0,88 ton, hari kedua 1,76 ton, hari ketiga 3,52 ton, dan hari keempat 2,64 ton.
Secara akumulatif, terkumpul 8,8 ton limbah dari kawasan tersebut.
Aliran Sampah dari Hulu Menjadi Tantangan
Otoritas setempat mengidentifikasi bahwa mayoritas sampah merupakan kiriman dari wilayah hulu. Aliran sungai membawa limbah domestik tersebut hingga akhirnya mengendap di laut utara Jakarta.
>>> Penerbangan Thailand Diprediksi Pulih Sepenuhnya Oktober 2026
Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekda DKI Jakarta, Afan Adriansyah Idris, menyebutkan bahwa arus sampah dari hulu menjadi kendala terbesar dalam menjaga kebersihan pesisir Muara Angke.
Kondisi ini membuat wilayah pesisir rentan kembali kotor meskipun pembersihan telah berulang kali dilakukan.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemprov DKI Jakarta mengoptimalkan penyaringan di area hulu agar aliran sampah dapat dicegat sebelum mencapai laut.
Pembersihan intensif yang dimulai sejak Rabu (3/6) diklaim telah memperlihatkan hasil yang signifikan. Pemprov DKI Jakarta menargetkan seluruh area delta terbebas dari tumpukan limbah pada Sabtu sore.
Afan Adriansyah Idris menyatakan bahwa progres pembersihan sudah mencapai sekitar 85 hingga 90 persen dan dipastikan seluruh sampah di delta akan hilang pada Sabtu sore.
Operasi kebersihan ini melibatkan sekitar 100 personel lapangan yang dibantu oleh dua unit ekskavator amfibi serta tiga kapal pengangkut sampah.
Setelah pembersihan, akan dilakukan pemantauan berkala.
>>> Korea Utara Tegaskan Status Nuklir Jelang Kunjungan Xi Jinping
Masyarakat diimbau untuk menghentikan kebiasaan membuang limbah ke badan air seperti kali, waduk, maupun embung. Afan menambahkan, selain mencemari lingkungan, sampah yang dibuang sembarangan juga berpotensi memicu banjir.