⌂ Beranda News 6 Trik Khusus agar Anak Mau Mendengarkan Ucapan Orang Tua

6 Trik Khusus agar Anak Mau Mendengarkan Ucapan Orang Tua

6 Trik Khusus agar Anak Mau Mendengarkan Ucapan Orang Tua
Orang tua berbicara dengan anak sambil kontak mata
A A Ukuran Teks16px

Hal ini bisa dilakukan sambil meletakkan tangan di bahu anak untuk membantu memusatkan perhatian mereka.

4. Hentikan Pengulangan Perkataan

Mengucapkan kalimat yang sama berulang kali justru melatih anak untuk menunda respons mereka sampai orang tua merasa marah.

>>> Jason Momoa Ubah Koleksi Kendaraan Klasik Jadi Bertenaga Listrik

Guru di sekolah tidak menghabiskan waktu seharian hanya untuk mengulang instruksi.

Oleh karena itu, orang tua di rumah juga tidak seharusnya melakukan kebiasaan tersebut. "Kata-katamu tidak lebih dari sekadar suara bising di latar belakang," ungkap Nickels.

Anak cenderung lebih patuh jika mereka paham ada konsekuensi tegas yang menanti. Berikan arahan maksimal dua kali saja.

Sebagai contoh, mintalah anak membereskan mainan dengan kalimat, "Tolong masukkan mainan balok susunmu ke dalam keranjang biru."

Jika arahan itu diabaikan, Nickels menyarankan untuk memberikan peringatan bahwa mereka tidak bisa memainkannya seharian.

Apabila anak masih cuek, segera ambil mainan tersebut. Sebaliknya, saat anak patuh, ucapkan kalimat penguatan.

Orang tua bisa berterima kasih karena mereka telah menjadi pendengar yang baik.

5. Kemas dalam Bentuk Permainan

Sepanjang hari, anak sering kali hanya menjadi pihak yang terus-menerus disuruh mendengarkan sehingga memicu rasa jenuh. Sesekali, mereka butuh mendengarkan sesuatu yang jauh lebih menyenangkan.

Kemampuan mendengar anak bisa dilatih lewat cara yang seru. Orang tua dapat mengajak anak jalan-jalan santai sambil fokus mendengarkan dan menebak suara alam.

Minta anak mengenali kicauan burung, suara serangga, embusan angin pada daun, hingga bunyi langkah kaki di atas rumput.

Pilihan lainnya adalah memutar lagu anak-anak yang ceria untuk bernyanyi bersama, lalu ajak mengobrol santai tentang cerita di balik lirik lagu tersebut.

6. Berikan Atensi Penuh

Jika orang tua mengobrol sambil menatap gawai, anak akan meniru perilaku setengah hati tersebut. Apabila orang tua mengabaikan mereka, wajar jika anak akhirnya berlaku serupa.

"Penelitian saya menunjukkan bahwa anak-anak sekecil usia prasekolah menyadari ketika orang dewasa tidak sepenuhnya terlibat dalam percakapan mereka," jelas penulis buku "Learning to Listen, Listening to Learn", Mary Renck Jalongo, PhD.

Tentu tidak semua omongan anak merupakan hal penting, tetapi upayakan untuk tetap berfokus pada satu jalur komunikasi.

Singkirkan sementara pekerjaan lain, letakkan gawai, dan berikan atensi penuh lewat tatapan mata.

Orang tua juga bisa mengajukan pertanyaan terkait hari yang telah anak lalui. "Anak-anak merasa dihargai dan bernilai saat orangtua meluangkan waktu untuk benar-benar mendengarkan.

>>> ASDP Bebaskan Tarif Jasa Kepelabuhanan 100 Persen Selama Libur Sekolah

Ditambah lagi, mereka belajar untuk membalasnya," ungkap Jalongo.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru