⌂ Beranda News Harga Pangan Dunia Melonjak Sejak Awal 2026, Ini Pemicunya

Harga Pangan Dunia Melonjak Sejak Awal 2026, Ini Pemicunya

Harga Pangan Dunia Melonjak Sejak Awal 2026, Ini Pemicunya
Grafik kenaikan indeks harga pangan global FAO 2026
A A Ukuran Teks16px

Indeks harga pangan global yang dirilis Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) menunjukkan tren peningkatan sejak awal 2026.

Pergerakan ini terjadi setelah sempat mereda dari puncaknya pada tahun 2022 lalu.

>>> Saham BBCA dan BBRI Anjlok ke Level Terendah dalam Lima Tahun

Kenaikan dipicu oleh kombinasi berbagai faktor, mulai dari gejolak geopolitik, lonjakan harga energi, hambatan rantai pasok, hingga perubahan proyeksi produksi komoditas pangan utama dunia.

Data terbaru FAO menunjukkan Food Price Index (FFPI) pada Mei 2026 berada di level 130,8 poin.

Angka ini mengalami penurunan tipis sebesar 0,2 persen jika dibandingkan dengan April 2026 yang direvisi menjadi 131 poin.

Meski demikian, indeks tersebut masih 2,9 persen lebih tinggi secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Level ini menjadi salah satu yang tertinggi sejak Januari 2023 meski berada di bawah puncak Maret 2022.

FFPI sendiri menjadi indikator FAO untuk mengukur perubahan bulanan harga internasional dari sekeranjang komoditas pangan global.

Cakupannya meliputi lima kelompok utama yaitu serealia, minyak nabati, daging, produk susu, dan gula.

Sepanjang tahun 2026, pergerakan indeks harga pangan global relatif konsisten merangkak naik.

Pada Maret 2026, FFPI menyentuh 128,5 poin atau melonjak 2,4 persen dibandingkan Februari yang menjadi kenaikan bulanan kedua beruntun.

Seluruh kelompok komoditas seperti serealia, minyak nabati, daging, produk susu, hingga gula mengalami peningkatan harga dengan tingkat berbeda.

Tren ini berlanjut hingga April 2026 dengan indeks mencapai 130,7 poin atau naik 1,6 persen dari Maret.

FAO mencatat bahwa lonjakan tersebut utamanya didorong oleh melesatnya harga minyak nabati.

Faktor penggerak berikutnya diikuti oleh kenaikan harga pada sektor serealia dan beras.

Walaupun terjadi koreksi tipis pada Mei 2026, level indeks tetap bertahan di kisaran yang tinggi.

Kondisi tersebut membuktikan bahwa tekanan pada pasar pangan global belum sepenuhnya mereda.

Dampak Lonjakan Harga Energi

Meningkatnya harga energi menjadi faktor krusial yang berulang kali disorot oleh FAO sebagai pendorong utama krisis ini.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru