Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan bahwa pasokan gas untuk kebutuhan dalam negeri dalam kondisi aman pada Senin (8/6/2026).
Jaminan ini disampaikan untuk merespons kekhawatiran industri mengenai potensi pemutusan hubungan kerja akibat isu kelangkaan gas.
>>> Saham BBCA Anjlok ke Rp 4.800, Analis Sebut Valuasi Menarik
Kepastian tersebut disampaikan Bahlil di Gedung DPR, Jakarta.
Pernyataan ini sekaligus menjawab kekhawatiran Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengenai ancaman pengurangan tenaga kerja di sektor industri akibat minimnya suplai energi.
"Gini, kalau pasokan saya pastikan bahwa seluruh kebutuhan domestik untuk LNG kita semua sudah tersedia. Jadi secara pasokan semuanya ada," ujar Bahlil.
Menurut penjelasan Bahlil, kendala utama yang dihadapi saat ini berkaitan dengan penyesuaian harga, bukan kelangkaan stok.
Fenomena fluktuasi harga energi ini diklaim sebagai situasi yang wajar dan terjadi di berbagai negara.
>>> Polres Bogor Periksa 57 Pemburu Babi Terkait Kematian Bocah Jasinga
"Harganya memang ada terjadi kenaikan dan itu kan bukan hanya di Indonesia, di dunia antah berantah pun keluar itu.
Harganya memang ada terjadi koreksi, karena mengikuti harga dunia. Terkecuali hanya di Indonesia naik, di dunia nggak naik gitu loh," kata Bahlil.
Pemerintah berkomitmen untuk tetap memberlakukan regulasi harga khusus guna menjaga stabilitas operasional sektor-sektor strategis.
Kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) dipastikan akan tetap berjalan bagi para pengguna yang memenuhi syarat.
>>> Prabowo Lantik Nanik Sudaryati Deyang Jadi Kepala Badan Gizi Nasional
"Nah, tetapi untuk harga HGBT itu memang sesuai dengan apa yang menjadi keputusan pemerintah ya," terang Bahlil.