⌂ Beranda News Krisis Iklim Semakin Nyata, Media Sosial Ingatkan Pentingnya Adaptasi

Krisis Iklim Semakin Nyata, Media Sosial Ingatkan Pentingnya Adaptasi

Krisis Iklim Semakin Nyata, Media Sosial Ingatkan Pentingnya Adaptasi
Ilustrasi krisis iklim dengan cuaca ekstrem dan banjir
A A Ukuran Teks16px

Krisis iklim global semakin nyata dengan rentetan fenomena cuaca ekstrem yang tidak biasa. Situasi ini telah memengaruhi cara manusia hidup, ketersediaan kebutuhan pokok, hingga keamanan masa depan.

Suhu rata-rata global tahunan pada 2024 tercatat sebagai tahun pertama yang melampaui ambang 1,5 derajat Celsius dibanding era pra-industri.

>>> Telkom Indonesia Buyback Saham Rp 4 Triliun, Ini Rencananya

Batas psikologis tersebut selama ini dianggap penting untuk mencegah dampak lingkungan yang lebih buruk.

Dampak nyata perubahan lingkungan terjadi di Indonesia melalui peristiwa banjir yang semakin sering dan sulit diprediksi.

Wilayah Bali kini akrab dengan genangan, sementara Aceh dan Sumatera dihantam hujan ekstrem yang melumpuhkan aktivitas warga.

Fenomena serupa merambah ke wilayah gurun seperti Dubai yang lumpuh akibat banjir besar pada 2024.

Valencia di Spanyol juga mengalami hujan ekstrem yang melampaui pola historis, serta Amsterdam di Belanda yang sempat terganggu oleh cuaca dingin ekstrem.

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) memunculkan istilah global water bankruptcy atau kebangkrutan air. Istilah ini menggambarkan konsumsi air manusia yang telah melampaui kemampuan sistem alami bumi untuk mengisi ulang.

Aktivitas manusia memiliki kontribusi besar di balik krisis lingkungan saat ini.

Pembakaran bahan bakar fosil dari kendaraan, industri, hingga pembangkit listrik terus melepaskan emisi gas rumah kaca ke atmosfer.

Emisi tersebut membuat panas terperangkap lebih lama di bumi, menaikkan suhu global, dan mengubah cara sistem iklim bekerja.

Persoalan ini menjadi cermin dari cara manusia membangun dan mengonsumsi selama puluhan tahun.

Peringatan mengenai batas-batas alam telah disuarakan melalui buku Silent Spring oleh Rachel Carson pada 1962 dan laporan Our Common Future pada 1987.

>>> IHSG Anjlok 4,52% ke 5.342,14, TLKM Terpukul Hingga ARB

Dokumen Our Common Future menegaskan bahwa bumi yang menjadi tempat tinggal manusia hanya ada satu.

Hari Lingkungan Hidup 2026 yang mengusung tema Inspired by Nature, For Climate, For Our Future kembali menjadi pengingat penting.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru